Wednesday, November 28, 2007

Mesjid baru di Sapporo

5 Oktober 2007
Merupakan hari bahagia bagi seluruh warga muslim se Hokkaido Pref. Terlebih bagi warga muslim di Sapporo. Kenapa?. Soalnya setelah melalui perjuangan menabung bertahun-tahun, juga kesabaran atas perbedaan pendapat di antara kaum muslim itu sendiri, akhirnya terwujud juga rumah Allah baru di bumi bersalju ini. (foto di kiri: pemberian tausiyah tentang Islam kepada pengunjung umum hari itu. Oleh Mr. Sumi, seorang muslim berwarganegara Jepang).


Siapa yang tidak bahagia, karena akhirnya warga muslim di Sapporo dapat dengan terbuka beribadah. Tanpa harus berantem dengan warga sekeliling yang minim pengetahuan tentang Islam. Tanpa harus bersungut-sungut karena di setiap kegiatan ibadah, ada saja intel-polisi yang nyelip. Khusus hari itu, kegiatan peresmian mesjid diliput oleh 3 stasiun tv lokal Sapporo, juga ada pengenalan tentang Islam (dilengkapi dengan pembagian hand-outs tentang Islam dlm bahasa Jepang), dan acara syukuran ramah tamah dengan para muslim/muslimah dan non-muslim Jepang. Berhubung hari itu masih dalam rangka bulan Ramadhan, selesai peresmian mesjid HIS (Hokkaido Islam Society) mentraktir kaum muslim berikut anggota keluarganya berbuka puasa di restoran India.

Kini siapa pun bisa dengan bangga melihat tulisan : "MASJID SAPPORO". Nggak ada kubah seperti layaknya sebuah mesjid, tak ada corong yang mengumandangkan azan hingga keluar bangunan, tapi yang penting adalah betapa berarti bangunan itu untuk semua muslim beribadah.

Tidak hanya dipakai untuk sholat, tapi juga banyak kegiatan di dalamnya. Seperti TK-Al Quran, belajar tajweed, belajar Bahasa Arab, tausiyah, pengajian dll.

Layout dalam ruangan pun sangat baik, rapih dan bersih. Lt satu bangunan ini terdapat ruang sholat utama bagi kaum pria. Dilengkapi dengan tempat berwudhu. Di bagian depan ada rak tertutup untuk meletakkan sepatu. Bentuknya seperti lemari, khas orang Jepang. Jadi kalau banyak orang yang datang ke mesjid, 'genkan' (bagian depan setelah pintu masuk) tidak berantakan oleh sepatu-sepatu jemaah. (foto di dibawah ini adalah diruang dapur).

Bersih, itulah kesan yang kunikmati. Di lt 2 ada 3 ruang utama. Yakni, ruang sholat untuk jamaah wanita (dilengkapi baby-bed pula!). Ada banyak mushaf, buku-buku agama dsjnya. Ruang lainnya adalah dapur, freezer besar untuk jualan daging halal, dan ruang silaturahmi. Kalau dulu wanita yang membawa anak-anak akan memenuhi ruang sholat, dan ketika anak-anak menangis atau bermain akan mengganggu ketenangan beribadah. Nah sekarang ada ruangan serbaguna yang bisa dimanfaatkan untuk mereka. Juga untuk para wanita yang sibuk mengurus anak-anaknya. Di setiap lantai ada kamar mandi (toilet dan shower room). Subhanallah, jerih payah panitian HIS (Hokkaido Islam Society) akhirnya terwujud juga. Yakni sebuah mesjid yang menyenangkan hati.

Banyak cerita dibalik berdirinya mesjid ini. Salah satunya adalah gontok-gontokan soal lokasi (hihihi...ternyata nggak di Indonesia nggak di Sapporo ya!). Ada satu dua orang yang ambisius dan menentang pembelian bangunan sekarang ini, dengan alasan bangunan itu bermasalah hukum. Mungkin dibalik itu mereka ingin agar HIS mengucurkan dana untuk membeli bangunan di wilayah lain yang notabene hasil kasak kusuk mereka pribadi. Biar dapat untung gitulah!. Padahal mesjid yang sekarang, letaknya sangat strategis. Dekat dengan salah satu subway, dekat dengan universitas Hokkaido, dengan Sapporo Stasiun (main stasiun), dan dekat dengan Warung Jawa (Resto Indonesia yang juga jualan daging halal). Bagiku yang lebih menyenangkan adalah dekat dengan tempat tinggal kami (hehehee). Jalan kaki cuma 5 menitan deh.

Ada lagi masalah seperti kurangnya dana. Hampir puluhan juta yen diperlukan untuk membeli bangunan itu. Padahal tabungan HIS nggak lebih dari ratusan ribu yen. Tapi dengan hidayah dari Allah swt, banyak juga warga muslim yang tanpa segan merogoh tabungan keluarga mereka pribadi untuk bersedekah demi mesjid baru ini. Kami salah satu diantaranya, alhamdulillah. Ada juga kebingungan ketika hendak mengeluarkan uang yang tidak sedikit, tapi untuk kami sadar bahwa uang yang ada sekarang itu semata-mata dari Allah swt dan kembali kepada-Nya.

Hanya tinggal tetap ada PR . Yakni: mampukah kaum muslim se Hokkaido menjaga kebersihan mesjid baru ini. Selain itu tentunya memakmurkannya.

Semoga Allah swt memberikan tiang-tiang mesjid di surga kelak buat kami semua. Amin ya rabbil 'alamin.




Thursday, November 08, 2007

di ITA(lian) RESTO



Sehari setelah lebaran, aku dan suami (tentunya neng kecil) jjs ke pusat kota. Hari itu aku janji mau nraktir suami makan enak. Kebetulan aku menang permainan darts (baca 'open house') dan dapat hadiah uang. Keluar rumah udah dalam kondisi lapar berat. Akhirnya kami berlabuh di resto favorite. Di sini kami pesan pizza yang ueenaaknya sedunia deh (tapi nggak ada fotonya nih...).Beginilah wajah-wajah yang udah laper berat....Sementara Alma pulezzz.....






Kosa Kata Alma

Ibu: Alma, ini gajah.
Alma: 'ajjah'

Ibu: Alma ini siapa? (nunjuk ke foto ayahnya).
Alma: 'ayyah'

Ibu: jo-zu ne (pinter ya)

Ibu: Alma coba bilang Allah.
Alma: 'awah'
Ibu: Allah..Allah (ditakhfim kan..)
Alma: 'awwah'

Ibu: Kalau 'Ibu?'
Alma: 'appah'???
Ibu: yaaa..kok appah sih nak. Ib-bu, coba bilang lagi.
Alma: tatatatata...tatatata..tatatata (ngoceh panjang).

Jualan Alma

Jual Alma..jual Alma...heheheheheh.

Wednesday, November 07, 2007

Kebiasaan Membaca

Sejak usia Alma masih 1 bulan aku sudah memperlihatkan buku cerita kepadanya. Bayi mungil yang hanya mampu telentang itu terlihat sangat antusias dengan gambar di depan matanya. Aku belajar dari kebiasaan masyarakat Jepang yang sudah membiasakan diri dan keluarga mereka untuk membaca sejak usia dini. Bahkan sekarang muncul trend baru, bahwa kebanyakan calon ibu sudah mulai membacakan buku cerita untuk bayi yang masih di dalam perutnya.

Hasil praktek membaca buku cerita untuk Alma sudah terlihat hasilnya ketika Alma berusia 8 bulan. Dia sudah tidak lagi aneh dengan buku-buku cerita yang sengaja kuletakkan di berbagai sudut rumah. Dengan santainya dia membolak balik halaman buku. Kemudian berceloteh sendiri. Geli deh melihat Alma yang asyik komat kamit sambil ngeliat gambar-gambar. Bahkan ketika aku bawa ke dokter, atau ke apotek pasti dia senang kalau diletakkan di book corner. Pada umumnya, di tempat praktek dokter (baik itu rumah sakit maupun klinik), kemudian apotek pasti ada sebuah sudut yang dilengkapi buku anak dan dewasa. Jadi para ortu yang bawa anak2 nggak mesti sibuk menenangkan anak-anaknya yang merasa bosan. Tinggal taruh saja di sudut yang kumaksud, maka dengan sendirinya mereka akan menikmati waktu di sana. Selain buku, juga ada mainan seperti boneka tangan, kerajinan origami/kertas lipat berbentuk macam-macam yang biasanya hasil karya para suster. Mungkin ini juga taktik para dokter biar pasiennya betah ya!.

Saat ini kebiasaan membaca bagi Alma terus berlanjut. Bergantian dengan suamiku, dikala waktu yang tepat kami membacakan buku cerita buatnya. Sambil santai saja, tidak terlalu memaksa dan mengikat. Kalau Alma dah bosan ya sudah...tidak perlu diteruskan. Untuk membuatnya tertarik, maka per halaman kami hanya memperlihatkan sekitar 1 detik saja. Ya, cukup 1 detik saja. Kata seorang psikolog anak--Mr. Nishimura--kenalan kami, bayi/anak itu hanya mampu berkonsentrasi selama 5 menit saja dalam mengerjakan satu hal. Makanya jangan terlalu bertele-tele bila membacakan cerita. Buat saja cerita sendiri, baik itu dengan kalimat pendek atau suara-suara tiruan. Seiring dengan bertambah usianya, barulah dia dikenalkan dengan kalimat-kalimat yang lebih panjang lagi. Makna daripada 1 detik itu sendiri adalah untuk menumbuhkan keingintahuan anak terhadap benda-benda yang dihadapkan kepada mereka.

Setiap hari kami upayakan membacakan buku sebanyak 5 buah. Jenis buku dan pengarangnya selalu berbeda. Isi bacaan sebaiknya bervariasi, ini bertujuan agar kelak anak kita bisa menyerap berbagai macam tulisan/karangan/buku. Ini pun atas saran Mr. Nishimura. Aku selalu pinjam buku ke perpus wilayah, gratis. Sekali pinjam bisa sampai 10 buku. Buku bacaan untuk Alma tidak mesti buku untuk bayi, tapi bisa juga bacaan lain. Yang penting, gambarnya mudah dicerna anak/big size.
Semoga upaya kami ini mampu menjadikan Alma cinta akan bacaan. Silahkan dicoba kepada buah hatinya yaa...

Autum 2007


Sabtu, 3 Nov 2007


Hari ini bertambah lagi kenangan baru bagi kami ber-3. Ini autum pertama kali setelah Alma lahir. Autum sebelumnya Alma masih di perut.

Lokasinya di dalam kampus akang, Hokkaido Univ (biasa disebut HOKUDAI). Alma terbengong-bengong liat warna serba kuning di depan matanya. Kami letakkan Alma di rumput yang dipenuhi dengan serakan autum leaves. Sungguh berkesan.

Warna jaket musim dingin Alma hari ini adalah white-yellow. Jadinya matching ama suasana autum. Berkat kombinasi warna baju ini, Alma jadi model tuh. Ketika Alma kami letakkan di rumput, banyak yang moto Alma.
Komentar mereka:

"cocok ya ama warna daun"; "lucu banget kayak boneka"; "matanya kuri-kuri (bulet)"....Kami nggak nyangka bakal narik perhatian banyak orang. Alma yang difoto ama banyak orang cuma bengong aja..(liat deh ekspresinya).

Sebagian foto-foto diambil oleh rekan kampus akang -Mbak Eli-yang kebetulan juga lagi menikmati autum. Pemandangan autum memang terasa sekali bila dinikmati di sekitar kampus dalam tempat akang beraktifitas sekarang ini. Di sepanjang main-gate sudah menguning, coklat keemasan dan merah tua yang dipadu dengan sisa hijaunya dedaunan. Kolaborasi yang manis.

Tahun ini pihak Univ. sengaja menetapkan peraturan yakni tidak mengijinkan kendaraan motor/mobil/sepeda lalu lalang di dalam kampus. Surga sekali untuk pejalan kaki yang ingin menikmati indahnya pemandangan di sini. Aman juga untuk anak-anak balita yang berlari ke sana ke mari.





Baju Baru Kiriman Nenek

Alma dengan baju barunya. Kiriman dari nenek dan angku di Sadang Luhur. Warna merah menyala ala western girl zaman baheula. Lucu banget dan ada jilbabnya. Nenek ngirimin buat Alma agar bisa dipakai pada saat Lebaran tahun ini, tapi datangnya lebih telat dari hari raya...hahahah.

Baju ini sudah dipakai Alma waktu pergi nemenin ibu kursus kimono . Sensei Kimono dan teman-teman ibu yang liat Alma pakai jilbab merasa surprise dan bilang "lucu banget yaaa"...Alma seneng dengan jilbabnya, apalagi kalau dipakai di musim dingin begini. Menghangatkan bagian kepala. Makasih ya nek, ya angku.





Tuesday, November 06, 2007

Open House

Akhir-akhir ini aku nggak punya waktu buat nulis nih. Terlalu sibuk dengan urusan-urusan baru. Tapi aku mau coba nyicil cerita ...silahkan di simak (cieee...), tapi nggak maksa loh.

Open House.

Seperti sudah jadi tradisi di keluarga kecil kami, bahwa sejak melewati bulan Ramadhan bersama di Sapporo selalu bikin acara iftar dan open house. Hanya saja tahun ini kami nggak sempat menyelenggarakan iftar di rumah. Aku terlalu sibuk dengan urusan Alma, sementara my hubby semakin sibuk di kampusnya. Walaupun begitu, sempat juga ikut nyumbang makanan iftar di salah satu acara buka bersama warga Indonesia di sini.
Open House tahun ini semakin meriah saja. Apartemen kami semakin dekat dengan pusat kota. Juga dekat dengan mesjid baru di Sapporo yang baru-baru ini diresmikan. Sudah niatan bersama bahwa sepulangnya dari sholat ied, my hubby bertugas menggiring teman-teman ke apartemen kami.
Berhubung tugas masak memasak adalah jadi tanggung jawabku, maka dengan kondisi utama service Alma, urusan belanja bahan makanan diserahkan kepada akang. Sementara itu proses masak memasak sudah aku mulai sejak 3 hari sebelum hari H.

Menu open house kali ini terus terang membuatku bingung. Kenapa bingung?. Karena sebenarnya sejak akhir september lalu di Sapporo ini banyak sekali kegiatan masak memasak. Rasanya semua menu andalan Indonesia sudah kenyang kuicip dan kumasak. Mulai dari gulai kambing, gado-gado, ayam rica-rica, sate madura, rendang ayam, belum lagi berbagai macam dessert ala Indonesia. Masakan-masakan itu ditampilkan pada acara MALAM BUDAYA INDONESIA, yakni acara tahunan yang menampilkan tarian-lagu-masakan dari tanah air. Selain itu ada acara FAREWELL PARTY untuk teman-teman kami yang akan kembali ke tanah air. Pokoknya hampir berminggu-minggu lidahku digoyang dengan menu-menu istimewa masakan negara sendiri.
Setelah berbingung ria, aku memutuskan untuk masak rendang hati sapi (rasa Padang), lontong sayur, candil ubi, dan dessertnya adalah creap isi coktail buah dibalur wheap-cream.


3 hari kerja maraton, sampe Alma pun ikutan bersibuk ria dengan serakan bahan makanan di seputar dapur. Buah apel pun jadi sasaran gigitan Alma..hehehhee. Aku baru tidur jam 4 subuh hari H. Soalnya kerja sambil ngemong baby kan nggak bisa full-time. Sesekali harus diselingi oleh 'nenen time' lah, 'baca buku cerita'lah, belum lagi ganti popok, mandiin Alma, ngajak jalan-jalan, macem-macem deh.

Jam 4 subuh tidur, jam 6 subuh sudah harus bangun. Teler habiiiisss. Tapi untung ada my hubby, kalau nggak aku dah semangat deh. My hubby bertugas me-layout ruangan. Lengkap dengan setting piring2, gelas2 dll. Makasih banyak ya kang....



Jam 10 pagi teman2 berbondong-bondong memenuhi ruangan apartemen kami. Mungkin ada sekitar 30 orang yang datang berkunjung. Tidak hanya orang Indonesia muslim yang datang, ternyata juga ada muslim/mah Jepang & Birma. Sangking penuhnya sampe ada yang harus berdiri di dekat shower room, sementara di luar pintu berjejer rapi barisan sepatu para tamu kami. Seperti jualan sepatu aja deh. Ada teman-teman yang ngunyah makanan nyambi bantu potong lotong, ada juga yang sibuk nyuci2 piring, sementara aku terus pontang panting ngurus makanan. Tanpa mereka aku dah pasti nggak bisa ngehandle semuanya.
Alma udah nggak tau deh diurus siapa (heheheheh). Banyak teman yang sayang ke Alma, makanya dia nggak susah di atur. Apalagi banyak juga anak2 kecil yang diajak orangtuanya ke apartemen kami. Dengan kesibukan pagi itu, aku dan suami nggak sempat nyapa makan pagi. Bahkan akang pun harus pamit kepada para tamunya, karena harus ke kampus dulu. Ada rapat seminar dengan dosennnya. Sepulang dari kampus suamiku akhirnya bisa makan dengan tenang, itupun dengan lauk pauk yang nggak banyak tersisa.


Tapi seneng banget rasanya. Semua teman datang, ada yang bawa tambahan makanan, ada wajah-wajah baru yang baru tiba ke Sapporo, ada wajah-wajah lama yang kelaperan..hehehhe.
Malam harinya silaturahmi masih diteruskan ke sebuah restoran Indonesia. Di sana kami silaturahmi tidak hanya dengan sesama muslim tapi juga dengan non-muslim. Kebanyakan mereka adalah WNI yang menikah dengan orang Jepang.



Di acara itu tidak hanya melanjutkan tradisi lontong, tapi juga ada game. Yakni darts (panah kecil yang dilempar ke sebuah lempengan berangka). Yang menarik dari acara ini, tidak hanya orang dewasa yang ikut serta tapi juga anak-anak termasuk usia balita seperti Alma.

Tentunya dibantu para orang tua, ini untuk menumbuhkan kepercayaan diri pada para anak. Semua anak dapat ampaw lebaran dari sponspor kami, yakni Pak Sahat. WNI yang menikah dengan wanita Jepang, muslim.

Di lomba ini aku meraih juara 1 (kategori wanita). Padahal seumur-umur aku nggak pernah nyentuh permainan dart ini. Antara malu-malu memulai ampe malu-maluin karena menang terus di babak-babak penyisihan. Hadiahnya: 10 ribu yen!. Mudah-mudahan ini nggak terhitung judi ya. Besoknya aku nraktir my beloving hubby, juga beli hadiah makanan untuk Alma.


Lebaran tahun ini penuh kesan, semoga masih bertemu dengan Bulan Ramadhan tahun depan.


































Tuesday, September 18, 2007

Alma sehari-hari

Aku di sini alhamdulillah sehat wal'afiat. Makin enjoy sama urusan rumah tangga. Apalagi sekarang udah ada tambahan teman berbagi suka duka, yakni Alma. Dia itu sering banget bikin diriku takjub. Mandiri banget. Dari bangun tidur ampe bobo dia bisa enjoy ngutak ngatik mainan yang aku setting di sepanjang rumah. Sesekali merangkak mendekati aku yang sedang sibuk masak . Lalu duduk di dekat kakiku dan ngeluarin suara, 'heeeh..heeeh...heeeh' (memanggil).

Atau rajin ngejawab sapaanku. Misalnya, ketika dia lagi asyiik ngebolak balik halaman buku, lalu aku bilang: "adek baca buku ya?...crita tentang Usagi san (kelinci)?". Ntar dia bakal jawab: "apaa..apaa..apppuahh..." sambil wajahnya bolak balik ngeliat ke buku lalu ke arahku. Hobbynya ngebolak balik halaman buku itudimulai sejak usia 8.5 bulan. Buku apa pun dia bolak balik, baik itu yang halamannya tipis maupun tebal. Misalnya yang tipis seperti Al-Quran dan yang tebal seperti buku crita bergambar. Alhamdulillah dia nggak pernah ngerobek kertas, tissue atau sejenisnya. Cuma sesekali di eeknya ada bekas gigitan kertas (hehehehe).

Di sepanjang ruang tengah yang nyambung ke bagian dapur apartemen ini, akui setting 2 wilayah utama bermain Alma.

Yang pertama berisi melody-gim, mainan kecil2, organ kecil, kaca, boneka2 dan kotak kecil berisi benang warna warni. Yang kedua agak jauh dari tempat pertama aku setting rumah-rumahan terbuka. Aku ngeistilahinnya "Alma's library'. Di situ khusus aku taruh berbagai macam buku crita kesukaan dia selama ini.

Selain itu aku juga meletakkan banyak benda-benda di tempat2 setinggi badan Alma, seperti di atas meja. Benda-benda yang aku maksud seperti botol gelas bekas yang transparan dan kotak kecil yang terbuat dari kertas di hampir seluruh wilayah rumah. Di dalam botol2 dan kotak2 itu aku isi macam-macam, seperti sendok obat(bekas), bola bersinar2, sugar batangan (yang dipack dalam kertas panjang pipih itu loh), coffee-cream (yang bentuknya packingnya lucu dan ukurannya kecil-kecil), pokoknya yang modalnya dikit dan bentuknya bermacam-macam yang tujuannya ngasih 'trick dan surprise' buat Alma.

Dia sudah bisa merangkak dan duduk, jadi dia akan me'rayap' dan bergerilya ke sepanjang rumah. Dia akan membongkar semua tempat-tempat yang menarik perhatiannya. Aku bikin trick dan surprise seperti itu biar dia nggak bosan dan bisa merangsang sel-sel otaknya. Di situ aku bisa pelajari, mana yang dia suka dan menarik perhatiannya dan mana yang diacuhkan sama sekali. Yang nggak pernah dia suka sejak lahir hingga sekarang adalah boneka.

Ada kotak kardus penyimpanan mie goreng yang berada di dekat wilayah dapur. Di dalamnya banyak mie rebus/goreng pack kecil yang sering banget jadi perhatian dia. Kotak itu sengaja aku setting biar bisa dijamah olehnya. Kalo sudah merayap hingga ke bagian itu, maka dia akan mengejar, lalu duduk membuka tutup kotak kardus yang lebarnya cukup memuat badan Alma. Kemudian dia akan mengeluarkan satu per satu isi isinya. Mie yang dia pegang akan diremas-remas plastiknya, keliatan banget dia berusaha tau apa sih isi didalamnya?. Trus bungkus mie itu kok nggak bisa dibuka sih....hihihihi...Ngeliat dia berusaha keras seperti itu ada geli sekaligus rasa trenyuh di hati.

Rumah tidak pernah bersih. Tapi Opi senang dan selalu berusaha merapihkan lagi ketika dia tidur. Aku ingin dia puas menggali semua hal-hal yang menarik perhatiannya.

Ada lagi kelucuan Alma. Kalo lagi main di tempat tidur maka dia akan berusaha menjatuhkan badannya ke arah depan dan belakang. Lalu dia akan tertawa-tawa sendiri. Sesekali aku ikut guling-guling, membantu dia menjatuhkan badannya ke belakang dan kitik-kitik keteknya. Udah deh, dia akan ngakak sekeras-kerasnya. Energinya luar biasa.

Monday, September 17, 2007

Netto Cafe Nammin(g)

Sejak 2 tahun yang lalu, setelah kembali menginjakkan kaki ke bumi Sakura ini aku tertarik mengamati perkembangan masyarakat Jepang. Ada beberapa hal yang kini sedang mendapat perhatian serius oleh seluruh lapisan masyarakat di sini. Seperti masalah bunuh-bunuhan antar anggota keluarga, intimidasi antar pelajar yang berakhir dengan bunuh diri atau dibunuh, raibnya catatan jumlah pensiun ratusan ribu penduduk Jepang, belum lagi masalah politik dan politikusnya yang semakin hari semakin kotor.
Jepang akan tenggelam kah?. Wallahu alam bishowab, tapi yang pasti bahwa Jepang kini mengalami kemunduran. Baik dari segi perekonomian, maupun kerusakan moril para penduduknya.
Dari sekian banyak masalah yang kini tengah disoroti, aku tertarik pada 2 masalah, yaitu:
1. Netto Cafe Nammin(g)...Net Cafe Imigrant
2. Nimpu-Jidou no Teate Mondai....Permasalahan Penanganan Ibu Hamil dan Bayi
Ulasannya begini:
1. Yang dimaksud dengan istilah di atas adalah, Imigran Net Cafe. Yakni, orang-orang yang nggak punya kerja tetap--or bukan pegawai tetap di sebuah instansi/perusahaan, hanya berpenghasilan per hari, tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk hidup layak, akhirnya memilih menghabiskan waktunya di ruang-ruang kafe internet.
Namanya saja kafe internet, berarti ada fasilitas komputer, jaringan internet, dan menjual makanan beserta minuman. Tapi yang lebih 'hebatnya' lagi, dengan biaya internet yang tidak mahal, para imigran 'aliran baru' ini bisa tidur bahkan mandi!. Mereka tinggal membayar lebih kepada counter. Untuk tidur mereka bisa menggunakan fasilitas ruang internet (per kamar), yang dilengkapi dengan kursi empuk (ala direktur di Indonesia) dan boleh meminjam selimut tipis. Ada fasilitas AC pula!. Sedangkan untuk mandi, mereka tinggal membeli seperangkat alat mandi sekali pakai.
Para imigran ini 100% warga negara Jepang. Berusia 20 -40 tahunan. Usia produktif untuk bekerja, tapi tidak punya kemampuan/keterampilan yang bisa dijual. Di salah satu saluran tv dijelaskan bahwa, mereka-mereka ini tidak punya tujuan jelas untuk hidup. Mungkin disebabkan ketika usia muda (SMP-24 tahun) masih sibuk luntang lantung. Ketika sadar dirinya tertinggal dengan teman sebaya yang sudah rapi berjas, menenteng tas kerja, mendapat bonus, loan mobil, mulai berfikir untuk menikah, bahkan sudah beranak pinak, barulah mereka 'ngeh' bahwa tidak punya apa-apa. Bahkan untuk menyewa apartemen murahan pun tidak punya uang.
Untuk kalangan usia 30-40 tahun, biasanya mereka tidak juga memiliki pekerjaan tetap. Sehingga untuk menghidupi diri mereka sendiri/keluarganya, mereka harus serius berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak, tetap dan bermasa depan baik.
Nah timbul pertanyaan: " untuk apa mereka berdiam, katakanlah nomaden dari rumah biasa ke internet kafe?". Ada banyak alasan, salah satu diantaranya:
1. Mereka sudah dewasa dan tidak tinggal lagi bersama orang tua.
2. Mereka memerlukan sarana murah seperti internet untuk browsing pekerjaan. Dari situs-situs kerja, mereka akan mengirimkan CV via internet tadi. Kemudian menunggu panggilan dari perusahaan yang mereka minati. Kebanyakan dari mereka tetap memilik HP, tetapi HP ini digunakan untuk menerima panggilan interview.
Sekitar tahun 2000, saat aku masih kuliah di kota Kyoto, sudah ada gejala 'lebih baik part-time' daripada 'kerja tetap' di kalangan anak muda Jepang. Sebagaimana kita ketahui, orang Jepang itu terkenal dengan sebutan 'work-aholic'. Pergi pagi, pulang tengah malam bahkan pagi hari. Tiap hari dikejar urusan pekerjaan yang menggunung, yang bikin nafas tersenggal-senggal. Belum lagi kesehatan badan terkuras karena kurang makan, kurang tidur, kurang istirahat, dan kurang mandi (huss ah...hihihi). Sedangkan bila bekerja sebagai part-timer/paruh waktu/arubato, maka waktu bekerja bisa disesuaikan dengan keinginan diri sendiri. Dapat gaji ya seadanya pun nggak apa, yang penting bisa dipakai untuk jajan, makan sehari itu. Pokoknya kesannya lazy banget gitu loh. Ternyata gejala itu jadi trend beneran, dah akhirnya hanya dalam waktu 7 tahun, muncullah generasi baru ini.
Sekarang ini, para part-timer berharap bisa mendapatkan pekerjaan tetap. Tapi sayang, secara umur mereka tidak lagi fresh, dan keterampilan mereka pun tidak punya.
Dalam angket yang diselenggarakan oleh Kementrian Tenaga Kerja, diketahui bahwa jumlah Netto Cafe Nammin(g) hingga Bulan Juli 2007 kurang lebih 5400 orang. 26 % dari keseluruhan data ternyata diisi oleh usia 20-30 tahun.
Netto Cafe People = satu langkah lagi sebelum menjadi kaum Homeless.....

Tuesday, September 11, 2007

Selamat berpuasa sahabatku........




Assalammualaikum wr wb

Untuk semua saudara saudariku seiman, saya dan suami mengucapkan :


Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadan.


Semoga usia kita dipanjangkan Allah swt untuk dapat kembali melaksanakan ibadah saum tahun ini. Semoga hasil ibadah saum kali ini semakin berkualitas dan nikmat terasa di seluruh jiwa dan raga.

Mohon maaf lahir dan batin atas kesalahan kami berdua.
Salam persahabatan selalu,
Diky dan Novi
de Sapporo

ps. "Dari Alma juga ya cance-cance...oom.."

Wednesday, September 05, 2007

Road To Japan

Sering mendapat pertanyaan dari saudara dan teman tentang sekolah dan bekerja di Jepang tergerak membuat tulisan ini. Dirangkum dari diskusi di milis dan berbagai sumber. Seandainya ada info tambahan atau teman MPers juga mau berbagi silahkan saja. Mungkin akan berguna buat teman-teman yang membutuhkan.
Mahal dan terbatasnya pendidikan dan sempitnya lapangan pekerjaan di tanah air, luar negeri bisa menjadi alternatif. Jepang sebagai negara yang terkenal maju teknologi, industri dan pendidikannya menjadi salah satu tujuan favorit.. Tapi untuk bisa menembus lapangan pekerjaan atau studi di Jepang bukanlah hal yang mudah. Karena persaingan yang ketat dan persyaratan yang lumayan rumit dibanding negara lain.
Tinggal di Jepang paling enak berstatus sebagai student. Tentunya yang mendapat beasiswa. Karena semua urusan administrasi kedatangan dan biaya hidup ditanggung pemberi beasiswa. Jumlah beasiswa yang diterima biasanya sudah standar untuk hidup sederhana di Jepang. Kalau mau ada tabungan mungkin bisa dengan baito(kerja part time). Dibawah ini link-link road to Japan melalui jalur pendidikan dengan beasiswa :
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch_slta.html
http://panasonic.co.jp/scholarship/s2/index_e.html
http://www.hitachi.com/Int-e/skk/hsk12000.html
http://www.geocities.com/Tokyo/2578/scholarships.html
http://www.asiaseed.org/ayfj/
Ada juga program pertukaran pelajar SMA selama 1 tahun, teacher training 1,5 tahun. Informasinya bisa diperolah di kedutaan Jepang di Indonesia.

Adapun untuk bekerja, untuk skilled labor/tenaga profesional/kantoran agak susah jika tidak punya keahlian bahasa jepang yg level atas. Karena komunikasi tertulis dan bicara banyak dilakukan dalam bahasa Jepang. Kecuali bekerja di perusahaan multinational yg malah mensyaratkan bahasa inggris atau jarang berhubungan dgn klien Jepang. Makanya peluang skilled labor ini banyak diisi oleh WNI yg pernah belajar S1-S3 di Jepang krn mereka selain bahasa Jepangnya sdh baik juga very skilled (engineer/ researcher).
Jalur bekerja ke Jepang yang unskilled labor kebanyakan yg diminta pekerja pria dg usia produktif (25 thn-35 thn) tapi syarat ini relatif sih ..tiap penyalur beda2. Hanya berhubung skrg banyak kasus yg menimpa TKI di sini, utamanya kabur lalu jd overstay, akhirnya banyak penyalur yang di tutup atau dihentikan kerjasamanya oleh perush Jepang. Pekerja asing (kenshusei) biasanya bekerja ditempat yang :
1. Kiken (berbahaya) Kenapa walaupun berbahaya tetap banyak sekali peminatnya? biasanya pekerja-pekerja itu berasal dari negara-negara miskin atau berkembang. Diantaranya : Indonesia, China, Thailand, Filipina, Brazil, Peru dll. Karena lapangan pekerjaan dinegara asal sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada. Dan orang jepang sendiri tidak mau bekerja ditempat Kiken.
2. Kitanai (kotor) Seandainya orang Jepang mau mereka minta bayaran 3 kali lipat dengan orang asing
3. Kitsui ( Capek/kerja kasar) Orang Jepang sekarang terutama anak mudanya rata-rata tidak mau bekerja kasar. Karena lapangan pekerjaan yang lain masih tersedia.

Pengalaman teman yang pernah bekerja sebagai kenshusei :
Kami merasakan betul bedanya antara sekolah dan bekerja di Jepang. Kasarnya kalau mau dibilang kerja di Jepang itu seperti budak atasan. Tidak ada perbedaan laki2 dan perempuan dalam hal kerja fisik, jam kerja yg selalu lebih lama dari yg ditentukan dgn waktu istirahat selalu lebih pendek dari yg ditentukan dan yg lebih menyesakkan kami dibayar jauuuuhh dibawah gaji orang Jepang. Awal datang sama sekali tidak pernah terbayang beratnya bekerja disini, namun tidak boleh tidak harus dilakukan. Akhirnya kami terbiasa juga dgn pola kerja di Jepang. Alhamdulillah kami bisa ambil hikmah banyak dari itu semua. Kami berdua jadi lebih disiplin, menghargai waktu dan tidak cengeng.
Untuk menembus Jepang dari jalur ini bisa melalui : Program tenaga kerja Indonesia-Jepang (CEVEST). http://www.cevest.or.id/
IMM yg testnya lewat depnaker daerah ( pernah baca di koran ada test IMM di depnaker sultra dan jateng ). Biasanya yg dicari pria bukan wanita. Karena memang pekerjaan yg dilakukan akan berat sekali seperti bekerja di pabrik besi, mengelas, mengecor dll. Sayangnya sejak tahun lalu kalau tidak salah...sudah dihentikan oleh pemerintah kita, karena banyaknya aduan dari perush2 Jepang, kalau pekerja dari IMM banyak yg kabur dan overstay. Aalasan TKI kabur macam2. Diantaranya tidak puas dg gaji yg kecil dan tidak sesuai seperti yg dijanjikan penyalur, potongan gaji yg cukup besar oleh penyalur/broker, kehidupan sehari2 yg minim, perilaku perush yg kurang baik, tergiur gaji teman yg overstay, dll.
Lewat jalur "magang" alias trainee "beneran" krn perusahaan Jepang tsb punya cabang di indonesia. Seperti dari national-panasonic, toyota, dll. Bisa juga lewat agen2 TKI utk pekerjaan di restoran tapi kalo perempuan sangat riskan jika bekerja di jepang lewat jalur agen ini. Seringnya mereka masuk dgn visa budaya/seni tapi nanti bekerjanya malah di karaoke dan bar. Ada juga yg malah terjebak jaringan prostitusi / trafficking ( kasusnya pernah masuk mainichi ). Bagi yg pria pun perjuangannya juga berat krn harus mengeluarkan dana yg sangat besar hingga puluhan juta. Banyak yg terjerat rentenir walaupun akhirnya sedkit demi sedkit bisa menyicil dgn berat bahkan banyak yg akhirnya bunganya lebih besar dari pokok pinjaman sehingga sampai frustasi krn sepertinya tdk pernah lunas.
Dengan visa pelajar misalnya lulus SMA-S1, trus mencari visa utk sekolah/belajar bahasa jepang tetapi selain belajar juga sambilan bekerja di pabrik. Atau memakai visa nihonggo gakko(kursus bahasa) kemudian setelah selesai, cari perusahaan yg mau terima kerja dan proses pindah visa ke visa kerja untuk 1 tahun dan bisa perpanjang setahun-setahun.
Lewat penyalur bekerja selama masa kontrak, pulang terlebih dahulu ke Ina beberapa saat. kemudian sekolah Nihongo gakkou 1thn dan dilanjutkan sekolah senmon gakkou 2thn. Yang ini sangat sulit tapi ada yang bisa. karena proses pindah dari status kenshushei (pekerja) ke gakusei (pelajar) sebetulnya tidak bisa. Alasan pihak imigrasi Jepang adalah para kenshusei itu terikat kontrak kerja antara pemerintah Jepang dan Indonesia. Di mana pada isi kontrak itu, mereka harus pulang sesudah mendapat training (2-3 tahun). Dan tidak ada ijin yang memperbolehkan mereka pindah visa langsung or tidak langsung. Sekarang ini para kenshusei mengeluh karena sulit sekali kembali ke Jepang. Bahkan jalan kembali ke Jepang sepertinya tertutup, hanya karena sebelumnya visa yang mereka pegang adalah 'kenshusei'. Walaupun tujuan berikutnya untuk belajar...sedih yaaa. Untuk kembali ke Jepang terpaksa deh umpet umpetan identitas. Bikin baru alias memalsukan identitas diri.
Saat ini di daerah tertentu seperti Futagawa-Toyohashi, Shimizu, Nagano, Fuji dan Kanazawa ada juga pekerja perempuan, hanya mereka disalurkan lewat SMEA dimana mereka sekolah. penyalurnya ini bernama JIC. Jadi mereka disalurkan lewat sekolah dan di kontrak selama 3 tahun.
Untuk pekerja perempuan lebih baik disarankan utk tidak melewati penyalur2 swasta. karena sangat banyak kasus jual beli wanita di sini dg kedok penyaluran TKW. Jangan tergiur dg pertukaran budaya, kerja menari, karena alasan ini sudah sangat bisa dipahami maksudnya, sebagian besar terjebak masuk ke dunia gelap di Jepang dan sulit utk melepaskan diri.
Disadur dari blognya sahabatku-Mbak Yati di Sendai (makasih ya mbak)

Saturday, September 01, 2007

Operasi Ceasar (1)

Aku ingin bagi pengalaman ketika menjalani proses persalinan hingga keputusan menjalani operasi ceasar. Banyak orang berpendapat bahwa, kalau melahirkan itu yang 'bener' adalah yang spontan atau normal. Sering ada kesalahpahaman mengenai para ibu yang melahirkan cesar, seolah dianggap tidak melalui perjuangan. Kalau ada yang tau bahwa aku melahirkan Alma melalui ceasar, tanpa disadari si orang itu akan merendahkan nada suaranya. ""Ooo ceasar...."".

Tgl 1 Desember 2006 jam 23.00, tiba-tiba air ketuban pecah.
Air panas mengalir deras keluar seperti pipis. Untung saat itu akang sudah pulang dari kampus. Bahkan kami sempat bercengkrama menjelang tidur. Tapi belum juga sempat terpejam mataku, tiba-tiba aku kebelet ingin pipis. Biasanya kalau usia kehamilan sudah 8 bulan, keinginan pipis akan semakin tinggi. Itu akibat rahim yang "bengkak" sudah menekan jalur rahim.
Diantara rasa cemas, bingung, deg-degan, aku dah geer duluan loh. "Ah, bentar lagi bakal ngelahirin nih". Akang pun yang udah tau kemungkinan ketuban pecah pada ibu hamil terlihat sangat tenang. Alhamdulillah persiapan kami kalo tiba-tiba harus rawat inap pun dah matang. Tas berisi peralatan-peralatan yang dipersiapkan untuk dibawa ke rumah sakit pun, sudah tinggal ditenteng saja.
Sesampainya di rs yang kami pilih untuk melahirkan, aku langsung diperiksa. Suster jaga saat itu sudah menyakini semuanya bahwa memang air yang keluar adalah ketuban. Penyebab ketuban pecah bisa karena banyak hal. Aku langsung masuk ke ruang khusus dan dipasangi alat deteksi jantung bayi. Aku dipantau hingga dini hari,ternyata, kontraksi nggak ada...kalaupun ada cuma bentar, dan itu pun kayaknya bukan kontraksi yang seharusnya.
Tgl 2 Desember 2006.
Lewat dari 24 jam, bukaan cuma 2 cm, without any contraction at all. Tapi deg-degan banget...soalnya ada harapan di hatiku semoga ada rasa sakit di perut. Untungnya setelah air ketuban pecah, penanganan yang dilakukan oleh para suster sangat baik. Aku diberi tablet penghenti air ketuban dan untuk menghindari adanya interaksi dengan bakteri dari luar.

Tgl 3 - 4 Desember 2006.
Lewat dari 36 jam tetap nggak ada tanda-tanda. Ruang kamar tempatku menginap ampe berubah 2 kali. Dari kamar pre-bersalin/bumben shitsu (bhsnya doraemon nih), ke ruangan pasien khusus tipe 2. Yang tadinya dilengkapi peralatan super lengkap..kap untuk deteksi jantung bayi, dll ke kondisi tanpa alat apa pun. Hanya diganti dengan alat deteksi jantung yang bisa dibawa-bawa. Sampe para suster yang giliran ngecek bilang gini: "kayaknya si jabang bayi belum mau keluar nih". Nah loh!!!....Yang terpikir olehku adalah, kalau nggak pecah ketuban mungkin dah disuruh pulang.
Berhubung tidak ada bukaan yang berarti akhirnya aku dipasangi alat perangsang. Dari alat kelamin dimasukkan pipet (lumayan panjang loh), yang ujungnya menggelembung. Dalam gelembung itu diisi obat perangsang agar terjadi bukaan di rahim. Alat ini dibiarkan sekian jam. Apabila keluar dengan sendirinya, maka dianggap gagal---tidak ada bukaan. Ini terjadi pada diriku.....hiks deh.
Rasanya secara mental aku mulai kalah. "Duuh anakku kapan nih keluar..kok ya tenang-tenang aja nduk...".Perut yang berat, bikin hatiku juga semakin berat. Mulut komat kamit nggak brenti berharap kepada Allah swt, mohon supaya calon bayi nggak kenapa-kenapa di dalam rahim. Kalau di Bandung kali udah dibeset dari awal yaa. Khawatir sang bayi keracunan air ketuban. Tapi di sini beda, bagaimana pun calon ibu akan diarahkan dan diupayakan biar lahiran normal.Pipet gagal, kemudian mulai besok hari diputuskan untuk diinduksi.


(bersambung)

Operasi ceasar (2)

Tgl 5 Desember 2006. Pagi hari.
Sudah tidak bisa lagi menghitung jumlah jam yang mengalir setelah air ketubah pecah. Rasanya udah lewat dari 48 jam. Sangking gelisahnya, aku paksakan khatam Al-Quran di rumah sakit. Selama mulai kehamilan, aku memangi sudah nazar mau khatam Al-Quran. Sebelum melahirkan sudah tamat satu kali. Berkat calon bayi yang tidak juga keluar, akhirnya aku khatam juga 2 kali. Ketika ketuban pecah, bacaan Al Quran udah masuk ayat-ayat pendek. Aku mengira nggak bakal khatam yang ke-2, ternyata Allah swt memberikan kesempatan untuk itu.

Aku juga menelepon ke keluarga di Bandung. Tak kuat aku menahan air mata. Sedih, ingin ada papa dan mama di sini....Aku meminta maaf kepada kedua orang tuaku, dan meminta doa agar aku bisa makin kuat melewati masa-masa persalinan.Sebelum induksi dimulai, akui di rontgen ulang, Posisi bayi di cek, dicari penyebab kenapa sih nggak ada bukaan?. 48 jam cuma nambah 1 cm . Ketika di rontgen, plus di USG, waktu itu Alma sehat wal'afiat. Gerakannya lumayan aktif. Lucunya, suster yang jaga di ruang USG ngirain opi cuma datang untuk cek mingguan. Katanya, "air ketubannya masih banyak loh. itu liat saja, bayinya lagi berenang-renang. Kalo tidak salah jadwal ibu melahirkan masih 10 hari lagi kan ya???". Aku ampe sebel sama tuh suster. Apa dia nggak liat kalo aku dah pake baju rawat inep???. Hehehhee bete banget deh.Di rontgen posisi Alma ternyata adem ayem. Maksudnya, keliatan dia stuck di sebuah posisi. Dokter Nagashima, yang nanganinku bilang, posisi Alma sebenarnya bisa diupayakan untuk lahir normal. Hasil foto rontgen dari samping memperlihatkan hasil bahwa posisi Alma normal.Tapi, kalo diliat dari atas, ternyata tulang panggul sebelah kananku kurang lebar. Padahal kepala Alma tuh udah keliatan nempel di jalur ujung panggul.
Dokter Nagashima mengembalikan keputusan kepada kami berdua. Akhirnya dicobalah induksi. Awalnya sih nggak berasa sakit. lama-lama rasa sakit luar biasa mulai terasa. Suster memasang rangsangan per 5 menit....Subhanallah sakitnya!!!. Yang ada cuma bisa berdzikir. Dipegangin akang sambil punggungku diurut-urut, lalu dibarengi akang yang ikut berdzikir. Setiap sakit terasa, kami berdua hanya bisa mengucap Astagfirullah....astagfirullah....Rasa sakit makin nggak ketahan. Secara mental aku dah down banget, jadi rasa sakit yang ada menambah beban di seluruh tubuh. Ketika kadar rasa sakit sudah tidak tertahankan, aku minta dipanggilkan suster. Ingin rasanya rasa sakit ini dicabut saja. Nggak kuat...nggak kuat. Aku takut menyakiti anakku sendiri. Yang ada di kepala cuma anakku...anakku..anakku. Keluarkan dia, jangan biarkan dia berlama-lama. Apapun caranya, aku siap. Di beset pun siap.
Suster mencoba mengecek jumlah bukaan. Tetap saja cuma 3 cm. Aku akhirnya minta ijin akang untuk memilih di operasi. Akang mengerti rasa gelisah batin ku. Akang mengiyakan, padahal aku tau bahwa impian akang adalah melihat persalinan secara langsung . Suami dan aku ingin punya kenangan moment saat melihat lahirnya bayi kami. Sayang sekali, jalan operasi harus ditempuh. Menjelang operasi, dokter menjelaskan bagaimana sebenarnya operasi ceasar itu.

Terus terang aku dah lupa apa sih yang dulu dijabarkan oleh dokter. Tapi kami berdua yang mendengarkan penjelasan sang dokter, seperti disadarkan dan dihadapkan pada kenyataan bahwa operasi ceaser itu bukanlah sebuah pilihan yang tidak mengandung resiko apa pun. Operasi ini ternyata menyangkut nyawa sang ibu dan bayi juga. Banyak kemungkinan terburuk yang bisa timbul pada operasi ini. Misalnya, pecahnya pembuluh darah di kaki yang berakibat cacat, serangan jantung, hingga kematian . Sayangnya akui sudah lupa detailnya.
So, kami berdua bisa bilang ke semua orang, bahwa operasi ceasar bukanlah 'cadangan' daripada proses kelahiran normal. Tapi, sama pentingnya dan sejajar dengan proses kelahiran normal. Cuma mungkin tidak banyak dokter yang bisa menerangkan dengan baik pentingnya operasi ini, termasuk dampak buruk daripada operasi ini.

Tgl 5 Desember 2006. Jam 16:00 Menuju ruang operasi

Masuk ke ruang operasi pun ternyata memerlukan keberanian. Kepasrahan, keikhlasan, dan optimisme bahwa inilah yang terbaik. Terutama buatku dan calon bayi.Melihat para dokter yang sangat telaten memberikan semangat kepadaku, rasanya mampu mengatasi beban di dada ini. Yang terasa saat itu adalah rasa sepi karena tidak ada akang yang mendampingi. Di dada hanya doa dan doa, semoga Allah swt mempertemukan kami lagi.Sekujur badan mulai kaku oleh suntikan, rasa sakit akibat induksi mulai lenyap. Tapi yang tertinggal adalah rasa tidak berdaya. Kembali akui mengingat Allah swt dan anak di dalam kandungan. "Sabar ya nak, sebentar lagi Allah swt akan mempertemukan kita".
Selama operasi aku hanya merasakan badanku ditarik sana tarik sini. Aku dibius lokal, dari bagian leher sedikit ke bawah hingga ujung kaki terbujur kaku.Suasana tegang di dalam ruang operasi membuatku jadi ikut tegang. DI situ terasa banget beban para dokter menghadapi persalinan. Menggigil sekujur tubuh ini. Mungkin aku akan mati! begitu sempat terlintas. Ketika terdengar suara tangis bayi.....yang pertama kali terasa adalah nafas lega diriku sendiri. Setelah itu air mata mengalir. Wajah Alma didekatkan pada wajahku. Duuh Nak, betapa bahagianya Ibu. Otsukaresama...(ucapan setelah bekerja keras).

Setelah Alma lahir, kami langsung rooming. Alma minum ASI pertamanya langsung dariku, tanpa ditambah susu formula apa pun. Hari kedua aku sudah belajar berdiri dan berjalan. Yang patut disyukuri juga adalah, biaya persalinan yang sangat murah . Semuanya ini bisa kulewati karena kekuatan dari Allah swt, support dan doa dari suami dan keluarga yang tiada henti, dan tentunya kerja keras para dokter dan bidan.

Sunday, August 26, 2007

Tentang Alma











Setiap hari bersama Alma sangat melelahkan, tapi sangat menyenangkan. Apalagi dia semakin "rame" aja. Aku paling suka sama senyum Alma.
Dia akan tersenyum lebar apabila:
1. Mendengar aku membaca kalimat pembuka ketika mengaji.
2. Mendengar aku membaca shalawat.
3. Melihat aku tegak berdiri hendak memulai sholat.
4. Mendengar pintu rumah yang dibuka, ketika akang pulang ke rumah.

Dia akan tertawa lebar apabila:
1. Melihat ekspresi aku pura-pura kaget.
2. Melihat akang tersenyum lebar.
***Senyum dan tawa Alma mirip banget sama akang.
******Gaya Alma ketawa: batang hidung dinaikkan, meninggikan suara seperti orang naik nafas dalam-dalam, tapi sambil membuka mulut lebar-lebar.
3. Naik elevator.

Kalau Alma digendong lalu menggeliat-geliat kegirangan, tandanya dia akan :
1. Diajak mengantar akang ke pintu depan, setiap akang akan keluar rumah.
2. Aku memperlihatkan buku cerita favoritenya.
3. Aku membacakan buku cerita favoritenya.
4. Aku pake jilbab, tanda akan mengajak dia keluar rumah.

Alma akang teriak panjang dan mengoceh apabila:
1. Aku dan akang lagi ngobrol dan dia dicuekin..hihihi.
2. Aku "rebutan" komputer dengan Alma.

Tapi Alma akan kalem, kalo tau ibunya lagi:
1. Nelepon ayah.
2. Belajar tajweed online.

Itu cerita tentang Alma.

Wednesday, August 15, 2007

Sapporo Membara.....

Sudah hampir seminggu belakangan ini rumahku berasa seperti oven kue. Panaaaasss banget!. Tiap kali kompor dinyalain buat masak, nggak sampe 5 menit punggungku sudah seperti sungai mengalir. Keringat nggak brenti-brenti membasahi seluruh tubuh. Pakai baju lengan pendek pun tidak cukup menyejukkan badan. Hati pun ikut membara.

Kipas angin hampir 24 jam dinyalakan, tapi kalah oleh panasnya udara Sapporo . Kepalaku sampe pusing karena menahan panas. Mungkin otakku menguap diisap udara panas.

Parahnya, udara luarlah penyebab semua ini. Hampir setiap hari aku bertahan di dalam rumah, tidak mau bepergian sampai matahari mulai beranjak ke peraduannya. Ternyata hal yang kurasakan ini juga dirasakan oleh seluruh penduduk di Jepang. Tahun ini kondisi cuaca terbalik-balik.

Menurut brita-brita di tv, daerah Selatan seperti Okinawa yang terkenal panas malahan tidak terlalu panas, tapi daerah uatara yang sejuk seperti Sapporo mengalami panas yang luar biasa. Bahkan di beberapa daerah timur hingga barat , seperti Tokyo, Osaka, Kobe dan yang berada dalam pulau yang sama menderita udara panas sejak pagi hingga malam hari. Rata-rata temperatur udara adalah 35 derajat, bahkan ada di beberapa kota yang mendekati 40 derajat.

Dalam cuaca panas begini, timbul korban meninggal. Belum lagi yang sakit, terkena penyakit kehilangan selera makan. Hal ini tidak hanya diderita oleh manusia, tapi juga oleh binatang (contohnya di kebun binatang).

Anakku Alma, usia 8 bulan, hampir tiap malam tidur setengah telanjang. Aku, juga suamiku selalu merasa gelisah, menggeliat kepanasan. Sempat terfikir olehku, kalau di dunia sepanas ini saja rasanya sudah tidak kuat, apalagi kalau nyemplung di neraka ya???...

Ada crita menarik. Baru-baru ini di sebuah kota, terjadi kepanikan baru. Yakni, pemadam kebakaran bolak balik menerima laporan alarm kebakaran berbunyi di berbagai perumahan. Tapi bukan karena kebakaran beneran, alarmnya berbunyi sendiri. Kenapa bisa begitu?. Karena, suhu di dalam atap rumah sudah mencapai 65 derajat. Suhu luar ruangan yang memang sudah tinggi masuk dan terkukung di dalam atap. Inilah yang menyebabkan suhu di sana menjadi tinggi.

Alhamdulillah hari ini cuaca sangat sejuk....duuuh...senengnya. Hanya saja diperkirakan bahwa kondisi seperti yang aku ceritakan di atas, masih akan berlangsung selama seminggu ke depan. OOOh tidaaakk....

Monday, August 13, 2007

Gigi baru







Dear Angku Sjarif dan Nenek Nian di Sadang Luhur.
Dear Engking Maftuh dan Eneh di Cibiru......

Malam ini kami bahagiaaa banget. Sangking bahagianya ampe tepuk tangan berdua. Apa sih yang bikin sebahagia itu?..Gigi Alma udah terasa keluar, tumbuh...alhamdulillah..plok..plok.Alma yang ditepuki cuma bisa nyengir...tapi dengan ekspresi bingung..hehehhee.

Kalau diingat-ingat, akhir-akhir ini Alma senang banget ngegigitin jari kelingking kaki Opi. Terus, kalau lagi ngedot ASI, agak terasa sakit...tapi Opi nggak tau dimana letak sakitnya. Ternyata, cucu yang satu ini udah mulai punya gigi.

Tadi malam ketika kita berdua makan malam, Alma ngunyah krupuk ikan. Sebenarnya kami khawatir karena takut nggak tercerna. Tapi malah kami bingung, soalnya krupuk ikan yang lumayan besar untuk ukuran Alma itu dikit demi sedikit nyusut panjangnya. Masa sih???...ternyata emang udah mulai bisa menggigit.

Ini malam bersejarah buat kami. Selamat tumbuh gigi yang dedek tersayang.

=Ibumu, yang masih happy=

Sunday, July 29, 2007

Mintalah kepada Allah swt maka.....

Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Dear friends,

Mau bagi-bagi pengalamana rohani akhir-akhir ini ah. Sejak melahirkan, rasanya fluktuasi kegiatan ibadahku terasa menurun. Maksudku kualitasnya (kuantitasnya juga...walah!!). Yang kumaksud dengan kuantitas adalah ibadah-ibadah sunnah, seperti puasa sunah senin kamis, sholat sunnah Qobbliyah dan Ba'diah, sholat Dhuha, sholat sunah wudhu, sunah Tahajjud dan Witir. Kualitas ibadah (termasuk doa dan mengaji) pun berkurang karena semuanya dikerjakan dalam kondisi setengah hati, yang dikuasai kekhawatiran akan bayiku yang dibiarkan sendiri. Kalo dah gitu udah deh nggak konsen kayak dulu ketika masih single dan baru menikah (maksudnya sebelum punya anak).

Sedih deh menemukan bahwa diri ini sebagai manusia nggak ada nilai plus plusnya. Baik buat diri sendiri apalagi terhadap Illahi. Nah, baru-baru ini ( ketika mudik ke Bandung) aku mendapat nasihat dari mama. Nasehat itu berupa tata cara berwudhu. Ketika mengusap wajah maka mintalah kepada Allah swt untuk diberikan cahaya pada wajah kita. Ketika mengusap tangan, maka mintalah diberikan kitab Al-Quran di tangan kanan dan bukan di tangan kiri (di akhirat nanti, timbangan kebaikan lebih banyak). Ketika mengusap kepala maka mintalah ditambahkan ilmu , sedangkan ketika mengusap bagian kaki maka mintalah diringankan langkah kita di shidratul muntaha nanti menuju surga.

Langsung saja aku praktekan nasehat mama tadi. Yang sangat-sangat aku minta kepada Allah swt adalah tambahan ilmu, terutama ilmu aqidahku. Selama tinggal di Sapporo aku pernah belajar mengaji (tajweed). Ilmu itu sudah menipis...pis. Aku ingin sekali bisa memulai belajar memperdalam tajweed itu.
Ternyata, setiap usapan kepala itu tidaklah sia-sia. Di suatu pagi, Alma terbangun dan ingin bermain. Sehingga aku pun harus menemaninya bermain, padahal aku teler banget rasanya. Ketika itu entah darimana asalnya, Allah swt menggerakkan tanganku untuk mengambil sebuah buku yang berjudul KETIKA BERHALA MENYERTAIKU. Hasil karya tulis Ust. Aam Amiruddin, Dr.T.Djamaluddin, Ir. Bambang Pranggono, dan Prof. Deddy Mulya M.A. Terbitan : Percikan Iman. Padahal buku itu terletak pada sebuah rak buku yang tidak tersentuh lagi isinya.

Pada salah satu bab, ditulis bahwa "Orang-orang yang pandai itu, menurut Rasulullah saw, bukanlah para profesor atau para doktor, melainkan orang-orang yang sering mengingat kematian dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian itu".

Aku termenung dan tercenung pada kalimat itu. Tiba-tiba aku merasa seperti ada yang mengingatkan. Bahwa apa sih sebenarnya yang sudah aku tanam setiap hari untuk kubawa mati kelak?. Di antara kesibukan mengurus rumah tangga, melayani suami dan menjaga Alma. Begitu sedikit sekali waktuku mengingatNya. Begitu sedikit sekali kegiatanku untuk meningkatkan kembali kualitas dan kuantitas ibadahku kepada Allah swt.

Mungkin Allah swt tidak butuh semua penyembahanku, tapi aku butuh semua penilaian dari Allah swt sebagai tiket untuk menikmati surga kelak. "Demi masa, memang sesungguhnya manusia itu merugi". Dan makin merugilah kalau kita lengah dalam kondisi seperti yang aku rasakan sekarang ini.

Aku mengusap kepala setiap kali berwudhu, dan meminta kepada Illahi agar ditambahkan ilmuku. Maka Allah swt mendengar permintaanku. Semoga ini awal dari sebuah langkah baru membuka tabir kegelapan yang sudah menyelimuti hatiku.

QS Al 'Araf 179:
Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi Neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah, dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
-catatan pagi-