Monday, April 21, 2008

CatCil: Ternyata Dia Masih Ingat!

Sapporo, 22 April 2008

Ternyata Dia Masih Ingat!

By: Bunda Alma




Sudah hampir sebulan lebih seri buku cerita anak "Kodomo 0.1.2" itu aku simpan di dalam kotak kardus. Sengaja diumpetin di tempat yang Alma-anakku nggak akan raih. Buku-buku yang berjumlah 32 buah itu sengaja disimpan karena ada masa Alma keranjingan dengan isi ceritanya. Dia hanya tertarik dengan buku-buku itu, dalam sehari bisa minta kubacakan dua sampai tiga kali. Aku sebenarnya dah merasa capek membacakannya, dan sering sengaja mengalihkan perhatian Alma ke buku-buku lain. Tapi apa mau dikata, dia tetap berkata: 'Baca..baca..baca' sambil keukeuh menunjuk buku-buku itu. Dia akan merajuk dan menggeleng-gelengkan kepala, lalu disertai dengan menolak buku lain dengan tangan mungilnya. Aahh..shikataganai ya!.

Mengapa sih aku harus sampai menyembunyikan buku-buku favoritnya itu?. Alasanku hanya simple, tak ingin Alma hanya suka pada satu hal. Aku ingin Alma punya variasi dalam bacaan. Lagipula bila dalam sehari lebih dari 2 kali aku membacakan buku-buku yang sama, maka lebih dari 30 kali aku bacakan dalam sebulan. Buku-buku tadi telah kuperkenalkan dan terus kubacakan padanya lebih dari 3 bulan. Alma sudah sangat hafal dengan seluruh isi ceritanya. Komatta mon da!.
Ternyata aku tak bisa lagi menyimpan rahasia itu. Sejak dua hari lalu aku mulai sibuk membersihkan rumah. Menjelang golden week bulan depan, aku dan suami sudah sepakat untuk mendesain ulang isi rumah. Karena terlalu asyik bebenah sambil membayangkan suasana baru di rumah ini, tanganku memindahkan dan meletakkan kotak kardus yang berisi buku-buku 'Kodomo 0.1.2' itu ke lantai. Ketika Alma menemukan buku-buku itu, wajahnya begitu riang. Tangan kanan mungilnya ditempelkan ke pipi kanan, lalu wajahnya sumringah sambil berteriak 'haaaaaa' (melengking). Itu tanda kalau dia bahagia karena sesuatu hal.

Shimatta!. Tak bisa ditarik kembali. Padahal sejak buku-buku itu aku simpan, perhatian Alma ke buku-buku lain sudah terarah dengan baik. Ukkari shita!.

Namun kecerobohanku itu ada hikmahnya. Ketika aku tak bisa menolak dan mulai lagi membacakan ke-32 buah buku itu, ternyata muncul hal-hal menarik yang bisa kupetik sebagai hikmah.

Misalnya, ketika membacakan judul buku 'Boku no Ouchi Shitteru? (Apakah Kau Tahu Rumahku?, Penulis: Fukushima Akie). Cerita tentang boneka beruang yang mencari letak rumah (rumahannya). Si boneka awalnya bertanya pada 'surippa (slipper)' : Surippa san boku no ouchi shitteru? (Hai slipper, apakah kalian tau di mana rumahku?). Sepasang slipper menjawab: 'Bokutachi Shiranai yo!' (Kami tidak tau). Intonasi suaruku seperti anak kecil, dan Alma terkekeh mendengarnya!. Aku terkejut!. Kaget karena tak menyangka bahwa ekpresi Alma terhadap kalimat-kalimat cerita yang keluar dari mulutku tak berubah.

Kemudian, si boneka beruang bertanya ke sebuah telephone. 'Denwa san, boku no ouchi shitteru?'. Si Telephone menjawab: 'Ri ri rin..shiranai yo'. Di sini pun Alma terkekeh...Aku jadi ikut geli terbawa suasana. Setelah Denwa san, secara berurutan muncul tokoh-tokoh : Coppu tachi (3 buah gelas), Kingyo (Ikan Emas), Tokei san (Jam duduk). Semuanya menjawab: Shirainai yo!.


Setelah Tokei-san menjawab tidak tau, si boneka akan berkata: Komatta naaa! (wah, susah nih...). Biasanya aku akan meletakkan tangan kananku ke dahi, sambil berkata: Komatta na!. Dulu sebelum buku-buku itu kusimpan, Alma sudah bisa berekspresi dengan meniru gerakanku itu. Dan biasanya setibanya di halaman 'Tokei-san, boku no ouchi shitteru?' dia akan meletakkan jari mungilnya ke dahi sambil berkata: 'haaaaa....(intonasi meninggi)' dan menundukkan kepala (seperti orang yang kesulitan).


Ternyata setelah sebulan lebih buku ini tak kubacakan, Alma masih ingat dengan lanjutan ceritanya. Setelah tiba di Tokei-san, tanpa diminta Alma meletakkan tangannya di dahi dan berkata: 'haaaaa....' sambil menundukkan kepala. Kejadian serupa (tak tak sama) pun dilakukan Alma terhadap isi cerita pada buku-buku lain. Subhanallah ternyata data yang pernah teriput di otak Alma masih tersimpan dengan baik. Padahal begitu banyak buku cerita yang sudah dibacakan untuknya. Fenomena yang sangat menarik buatku.

Bagaimana dengan hal-hal menarik yang dilakukan oleh putra/putri anda tercinta?. Apakah ada pengalaman menarik yang bisa di sharing denganku?. Agar bisa menjadi bahan masukan baru bagi diriku.


**************
Kosa Kata:
1. Keukeuh (bersikeras)
2. Shikataganai ya! (mau diapakan lagi!).
3. Komatta mon da (bikin repot deh!).
4. Golden week (hari libur di Jepang, Tgl 3,4,5 Mei).
http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_Week_(Japan)
5. Shimatta! (udah terlanjur!).
6. Ukkari shita! (lupa!/careless)

Tuesday, April 08, 2008

Ber-classic ria lewat Alma

Malam ini dinner berdua Alma sambil dengerin music classic. Bethoven...
Jyeeee...gaya bener!.
Seumur-umurku baru kali ini dengerin Bethoven.
Alma begitu menikmati musiknya, sambil tangannya sibuk menyuap mie rebus + daging kambing + slice cheese + sayur ke mulut kecilnya.
Hmm..ternyata enak juga nih dengerin instrumen music.
Karya Bethoven itu emang bagus.
Kaya kena terpaan angin ribut aja sih pake dengerin Bethoven segala....hihihihi.
Ini asa muasalnya karena iseng ingin pinjem Buku Lagu anak. Buku cerita yang dilengkapi CD lagu. AKu nanya ke perpus kota yang biasa jadi langganan. Kebetulan waktu itu mereka nggak punya persediaan alias nggak mengoleksi. Tapi hebatnya, si mbak petugas nyariin ke berbagai perpus lainnya. Hasilnya aku diberi list berisi 20 buku ber CD lagu yang bernuangsa anak beneran ampe pengenalan berbagai instrumen musik dunia untuk anak. Termasuk itulah si Bethoven tadi.
Waaah keren banget bisa minjem CD lagu classic ke perpus. Daripada ke toko musik yang mesti beli, ya nggak?...
Dari 20 daftar lagu tadi, akang ngusulin buat nyicil minjem CD instrumen musik dari berbagai penjuru dunia. Kali ini yang kami pinjam adalah musik dari Rusia, Amerika, dan Asia Tenggara (incl. Hawaian). Ketika aku nulis cerita ini, dari kompiku mengalir gamelan jawa....
Mulai besok sampai 2 minggu pendengaran Alma bisa ganti suasana nih. Biasanya lagu-lagu anak yang udah bosan didengerin (kali ya nak), sekarang bisa mulai dengar instrumen musik-musik baru.
Ini pengalaman menarik bagiku pribadi. Karena lewat pinjem instrumen musik ini, calon adeknya Alma udah bisa mendengar berbagai macam instrumen musik sejak dalam kandungan. Hal yang udah lama aku ingin lakukan buat Alma, ketika dia dalam kandungan. Nih, si dedek sibuk nendang-nendang karena perutku dekat bunyi-bunyian musik itu...

Nggak jodoh, nggak rejeki


Ini cerita bukan tentang aku cari jodoh loh!...

Tapi ada kaitannya dengan profesiku (selain sebagai ibu RT), yakni penterjemah.
"Pi, coba deh buka milis PPI Sapporo. "G" dan "P Indra" (nama-nama warga sinih) ngeposting iklan lowongan kerja sebagai penterjemah di Hokkaido Summit", kata suamiku suatu malam.
Nyang diajak ngobrol (=aku) lagi asyik nyiapin dinner untuk husbandku.
"Oya?".
"Iya, kebanyakan lowongan untuk penterjemah lapangan. Sehari jam kerjanya panjang, per jam 1500 yen. Kalo yang diposting P Indra khusus untuk student, tapi postingan G untuk umum tuh. Terutama yang punya kemampuan berbahasa Jepang dan Indonesia".
Aku senyum-senyum menanggapi uraian suami.
"Hehehe...kali ini nggak jodoh lagi deh kang".
"Loh kok nggak jodoh?".
"Kalo nggak salah summit kali ini diadakan mulai bulan Juli kan ya?"
"Iya deh, kalo nggak salah" kata suamiku. Dia mulai bisa menebak kemana arah pembicaraanku. "Eh, muri kah! (nggak mungkin ya)".
"Iya, si adek bisa brojol di tengah-tengah summit ntar...".
*********************************
Speak-speak about kesempatan seperti di atas, aku sering banget melewatkannya.

Misalnya, waktu World Cup 2002 yang diselenggarakan di Jepang & Korea. Trus, Kyoto Water Summit (kalo nggak salah pertengahan 2003). Padahal aku ada di Jepang waktu itu dan berkesempatan besar menjadi penterjemah.

Sejak april 1999-maret 2004 aku terdaftar sebagai penterjemah di kantor wisata Kyoto City. Sehingga jauh-jauh hari panitia summit, dan juga world cup udah menghubungi aku via surat. Surat itu isinya tawaran sekaligsu aplikasi untuk mengajukan diri sebagai penterjemah. Berhubung keduanya big event, maka harus terencana serapih mungkin termasuk untuk field penterjemah. Berbagai macam jenis interpreter diperlukan untuk mengback-up event-event tersebut. Dan aku biasanya udah hafal sistem kerja mereka. Ini karena aku udah 5 tahun kerja sebagai interpreter lapangan di Kota Kyoto. Sesekali aku join dengan travel agent sebagai konduktor wisata untuk wisatawan mancanegara (khususnya yang datang dari Indonesia).

Alasan aku nggak bisa terlibat dalam tugas sebagai penterjemah di 2 big event itu adalah kuliah. Waktu itu udah M2 (magister) tingkat akhir. Apabila aku jadi nrima kerja untuk world cup, maka aku terikat kontrak 1 bulan penuh. Gajinya gede banget, dapat world cup kit dan tugasku keliling Jepang disesuaikan dengan lokasi pertandingan yang lapangan bolanya tersebar di berbagai kota. Tapi berhubung akan menghadapi masa krisis menulis thesis, kesempatan emas itu aku tolak.

"Iiih si teteh kok ditolak sih, kan sayang. Coba kalo teteh jadi ikut, kan di CV teteh nanti tertulis pengalaman sebagai penterjemah World Cup, keren kan" kata juniorku suatu kali.
Walah waktu itu mana kepikiran sampe situ. Wong di mataku udah berjibun buku-buku referensi yang harus digarap untuk mengisi thesisku nanti. Dulu prioritasku kan cuma kuliah. Pilihan yang sebenarnya pahit.

Sedangkan untuk Kyoto Water Summit, aku sedang ada di LN. Dalam rangka penelitian bersama prof & beberapa teman se lab. Padahal Kyoto Water Summit itu kan bagian dari lingkungan, ilmu andalanku.

Lucunya lagi, ketika mulai menetap di Sapporo (tahun pertama-2006), ada tawaran jadi penterjemah untuk event besar juga. Waktu itu aku nrima lowongan kerja dari pemda Sapporo (infonya dari sekre labnya akang). Isinya menjadi penterjemah untuk kegiatan pertukaran pemuda di bidang olahraga. Ketika wawancara di Pemda, aku jadi tau bahwa akan datang 20 pemuda Indonesia (usia SD-SMA) yang dipilih untuk mengikuti camp sepakbola, dibawah pelatih terkenal Mr. Oh.

Tapi yang susahnya:
1. Aku mesti nginap dalam satu ruangan dengan para peserta tadi. Semuanya laki-laki pula. Walaupun mereka usia muda, tapi kan aku wanita...rasanya di Indonesia nggak mungkin deh wanita tidur campur laki-laki, walaupun itu terhitung anak-anak. Sistem tidur ini mengikuti pola Jepang, yang emang biasa campur pelatihnya (nggak peduli cewek or cowok) dengan teenagernya.
2. Aku harus ada dilapangan. Berpanas-panas, kadang harus ikut lari sana lari sini. Nah di sini aku mundur karena setelah dihitung-hitung nanti usia kandunganku masuk 6 bulan. Bisa-bisa brojol di lapangan.
3. Berpakaian training pack lengan pendek dan short pants. Walah, ini jelas nggak mungkin. Minta keistimewaan jelas nggak dipenuhi.

Nah yang terakhir soal Hokkaido Summit ini pun nggak jodoh lagih. Bulan Juli itu usia kandunganku udah masuk 9 bulan. Jelas aja mana bisa ikutan, dan mana mau panitianya nrimo (kaliiii...........). Padahal event kali ini berkaitan dengan bidangku: ilmu lingkungan.......

Thursday, April 03, 2008

Progress Alma

Tok..tok..tok...

Pha kabar nih para blogger?. Aku dah lama nggak upload, karena lagi sibuk ama urusan multiply. Rada berpindah ke lain blog nih. Tapi berhubung ada yang nanya: kok dah lama nggak cerita sih teh?...ya deh sekarang aku bagi-bagi cerita. Cerita tentang anakku aja yaa...malu nyeritain diri sendiri nih. Lewat cerita perkembangan anak, sapa tau bisa memberikan inspirasi atau malah ada yang mau berbagi cerita seputar hal yang sama. Di tungguuu...............




*****************************
Alma semakin besar dan sudah bisa berjalan. Walaupun belum lancar sekali, tapi setiap berjalan dia jarang jatuh. Kalaupun hampir jatuh Alma biasanya pintar mengatur keseimbangan badannya, sehingga tidak jatuh berdebam. Sekarang usia Alma sudah 1 tahun 4 bulan. Berat badannya baru 9.46 kg, tidak gemuk tapi sehat. Kata dokter Alma tipe anak yang ‘shoku ga hosoi’ (makan sedikit). Ini berkaitan dengan bentuk tubuh yang merupakan gen dari keluarganya. Alma kayaknya bakal ikut grup ‘tiang listrik’ seperti ayahnya, tinggi kurus..hehehe.

Kepintaran Alma sekarang bertambah. Dia semakin mengerti yang kami bicarakan. Misalnya, 'Alma, tolong buang pampers ke tong sampah ya'. Maka dia akan benar-benar mengambil pampers dan membuangnya sendiri ke tong sampah. Pernah suatu kali aku buang pampers nggak sampe ke tong sampah, Alma yang membenahi dan membawanya ke tong sampah. Di depan anak kita harus benar-benar menunjukkan sesuatu contoh yang baik. Pernah suatu kali aku melempar pampers di depan matanya. Maka ketika suatu kali aku meminta tolong ia membuang pampers seperti biasanya, ternyata yang dilakukannya adalah melemparkan pampers itu. Ups! pelajaran berharga buat diriku.

Alma juga tau kalau disuruh tutup spidol abis dipakai. Kami cuma bilang: 'Alma tutup spidolnya mana?. Tutup spidol...'. Maka dia akan cari tutup spidol, lalu menutupnya sendiri. Kadang-kadang sifat ingin mencobanya keluar, maka dia akan meninggalkan coretan-coretan di beberapa buku tapi tidak banyak. Tak apalah, bakal jadi kenangan buat kita semua kelak.Alma juga mau dilarang. Misalnya: 'Alma nggak boleh menggambar di tembok ya. Harus dibuku yang ibu belikan'. Maka dia akan menggambar di kertas saja, tidak pernah ditembok. Tanpa diawasi pun dia selalu akan mencoret-coret di kertas bekas yang selalu kami sediakan. Alhamdulillah sampai sekarang belum ada karyanya di tembok rumah...soalnya deg-degan juga kalo ampe tembok kotor. Ini kan apartemen sewaan.........



Alma juga semakin rajin belajar membaca buku. Dia paling senang kalau dibawa berkunjung ke perpus kota. Bahkan petugas di perpus senang kalau Alma berkunjung. Soalnya Alma suka ngintip-ngintip ke meja petugas perpus...senyum-senyum.Sehubungan dengan kegiatan membacakan crita untuk Alma yang sudah dimulai sejak usia 3 bulan, keliatan kami dah bisa panen nih. Akhir-akhir ini Alma sering mengeja sendiri. Sambil nunjuk-nunjuk bagian tulisan yang diminatinya dia barengi dengan mengeluarkan kata-kata. Seperti mengeja. Walaupun belum jelas yang dia sebutkan, tapi mendengarkannya saja sudah bikin geli. Melihatnya saja sudah bikin terharu.....

Alma juga tau sama calon adikknya. Kalau ditanya :'Alma, adek mana?'. Alma akan nunjuk ke perutku, kadang minta aku ngeliatin perut gendut ini. Dulu sih Alma selalu nunjuk lututku (maksudnya adiknya ada di lutut), ada-ada aja ya...

Masih banyak perkembangan Alma yang mengharukan. Misalnya, setiap kali akuselesai sholat dan akan mengaji maka dia akan ikut mendengarkan suaraku. Sebelumnya biasanya Alma minta dibacakan Asma'ul Husna. Kemudian huruf-huruf hijaiyah (alif, ba, ta dst). Baru setelah itu Alma mengijinkan aku membaca surat yang aku mau. Setiap ikut membaca Al Quran, Alma pasti ku pakaikan jilbab. Dia tau kalau sholat atau mengaji itu harus pake krudung, kadang dia yang nunjuk-nunjuk kepalanya minta dipakaikan kerudung.Membacakan Asma’ul Husna ini benar-benar dari keinginan Alma. Aku sendiri terus terang nggak pernah ngeliat (apalagi hafal) nama-nama Allah swt. Tapi Alma yang membukakan jalan sehingga sekarang bagiku turut membacakannya untuk Alma.












Alma paling suka dibacakan ayat-ayat pendek menjelang tidur oleh akang. Soalnya akang kan pergi pagi dan pulang sudah larut dan biasanya Alma dah bobo. Jadi urusan belajar Al Quran sama lebih banyak denganku, tapi kalau lagi susah tidur pasti dibacakan ayat pendeknya sama akang. Alma langsung tidur tuh…haha. Kalau sama ibunya, walaupun dibacakan ayat-ayat pendek tapi maunya maiiiin ajah. Malah lebih banyak aku yang ketiduran duluan.












Alma juga lebih senang makan dengan caranya sendiri. Setiap waktu makan datang, kami akan menggelarkan karper kecilnya. Karpet untuk piknik, jadi kalaupun kotor langsung bisa dibersihkan. Alma tau harus duduk di atas karpet itu. Dia akan menolak disuapi, lebih memilih makan sendiri. Baik itu makan nasi, makan sup, makan yogurt buah kesukaannya, atau apa saja. Dia akan ‘mengeram’ (tanda nggak suka) kalau Opi atau akang menyuapi. Minum pun sendiri. Gelasnya macem-macem, kadang pake gelas khusus anak kadang gelas besar biasa. Nggak selalu gelas plastik, tapi juga gelas kaca.












Alhamdulillah Alma bisa melakukannya sendiri. Jarang tumpah pula. Bahkan kalau sup, bubur yang berkuah akan diuyup (diseruput) ampe habis. Makannya pun baik. Kalau makan sendiri banyak habisnya, tapi kalau disuapin justru banyak mainnya. Pernah suatu kali aku bikin bubur kacang hijau pake labu siam/labu kuning. Alma pintar motong-motong ampe kecil labu kuningnya dengan sendok. Aku dan akang ampe kaget. Trus kalo lagi makan sendiri itu benar-benar duduk diam. Nggak kemana-mana. Dia akan mengingatkan kami untuk memasangkan celemek kalo lupa.












Catatan bagi kami berdua sebagai orang tua adalah, membiarkan Alma makan dengan gayanya sendiri sangat baik untuk menumbuhkan kepercayaan dirinya.












Untuk gosok gigi masih dibantu. Aku usahakan sehari minimal 2 kali. Atau kalau sempat setiap mandi, habis makan siang dan mau tidur malam. Terutama malam hari itu wajib. Tapi dia nggak pernah nolak kalau akan digosokkan. Gigi barunya muncul lagi 2, kiri kanan atas (gigi geraham). Totalnya sudah hampir 10.












Dia itu lebih banyak berbicara dalam bahasa Jepang.






Dia paling pinter bilang:Hai (iya); Iye (tidak)












Paling pintar nunduk-nunduk kayak orang Jepang kalo kami bilang:Arigatou gozaimas (terima kasih)Onegaishimas (tolong dong)Maka dia akan menjawab dengan kata ‘mas’ (akhirannya saja). Menunduk-nunduk seperti orang Jepang tidak pernah kami ajarkan, ini terjadi secara alami. Menurut pengamatanku, intonasi dalam bahasa Jepang sangat mempengaruhi Alma jadi nunduk-nunduk. Suatu penemuan yang patut diteliti lebih jauh lagi.

Tuesday, March 11, 2008

I love u both (to ceu-Ling & Iyou)

Di sini dah tengah malam. Opi baru ngeberesin 2 item dari banyak item yang mesti dikerjakan. Mata dah jangar, tapi berusaha melek karena pengen ngintip mp-nya ceuceu. Cuma sanggup baca 1 judul, itu loh "Si Inge..."

Baca ampe terakhir, dan nemukan kalimat:
Aku juga harus mensyukuri teman2 yang ‘berani’ menjadi sahabatku di saat orang lain merasa ‘takut.’ Dan teman2 itu, you know who you are….

merasa ge-er nih....aku termasuk nggak ya ceu...(tuing..tuing..geer.mode)

Trus...ngeliat postingan testinya...ada neng cantik Mrs.Baker...
Wadow!! aku nggak punya mp (mesti punya kali ya??), jadinya nggak bisa langsung ngungkapan perasaan seperti Iyou bahwa :


I love u both....banget..banget...banget....

Monday, March 10, 2008

Banyak Rencana

Akhir-akhir ini kami berdua rajin komunikasi ke ortu di Bandung. Alhamdulillah ada brita baik sehubungan dengan undangan kami kepada para ortu untuk datang ke Sapporo. Ini adalah dalam rangka lahiran cucu baru (anak kedua di keluarga kami).
Mama (ibuku) direncanakan akan datang bulan Juli. Menjelang aku lahiran. Kali ini pun (seperti sebelumnya), papa nggak bisa ikutan. Beliau merasa ragu untuk bepergian jauh, ini ada hubungannya dengan kesehatan beliau. Terus terang aku sedih, karena kalau ditanya hati kecil ini : inginnya beliau mau berusaha keras untuk ngeliat kami. Tapi mau dikata apa, nggak bisa begitu saja memaksakan kehendak.
Sedangkan ibu-bapaknya akang (ortu mertua) Inshaa Allah akan datang awal September. 1 bulan setelah adek lahir (Inshaa Allah). Sebenarnya sih kami berharap beliau berdua bisa datang sebelum aku lahiran, tapi ada kabar baik lain yang membuat jadwal mundur. Yakni, kakak iparku (kakak perempuan tertua akang) akan brangkat umroh sekitar bulan Juni/Juli. Kakak iparku ini akan mendapat training menjadi pembimbing haji. Ortu mertua biasanya ngasuh anak kakak iparku ini ketika ibu & bapaknya bekerja di luar rumah. Sehingga kami berdua memutuskan untuk menunda keberangkatan bapak & ibu setelah kakak iparku kembali dari tanah suci.
Kalau membayangkan akan bertemu orang tua di Sapporo ini, waaahh..rasanya senang luar biasa. Udah nggak sabar nunggu hari H. Alma bisa puas bermanja dengan kakek & nenek-neneknya. Aku bisa konsentrasi sama calon baby baru. Akang pun bisa enjoy meneruskan penelitian2nya yang berjibun. Terlepas dari itu, kami benar-benar merasa bahagia akan berkumpul dengan orang tua. Semoga semua rencana ini diberi kelancaran dan kemudahan oleh Allah swt.

Wednesday, March 05, 2008

Tiada hari tanpa sambel

Kehamilan kedua ini sungguh beda dengan waktu hamil Alma.
Terutama soal makanan. Waktu hamil Alma dulu aku nggak tahan ama rasa santan, sambel (pedes), masakan berbumbu (=masakan Indonesia), maunya hanya makanan rasa 'tipis' kata orang Jepang. Dulu rajin banget makan sushi, onigiri, miso-shiru pokoknya masakan Jepang 100% deh. Abisnya emang nggak bisa makan masakan Indonesia. Tapi alhamdulillah nggak susah masak buat akang, nggak ada istilah nggak kuat masak.
Nah yang sekarang 100% terbalik. Masuk bulan ke 3, maunya makan pedeeees ajah. Dah gitu harus yang berbumbu kuat, Indonesian taste banget deh. Apa-apa pake pedes, kadang malah rasa pedesnya ngalahin rasa asli masakan itu sendiri..hihiihi. Lucunya, my hubby juga jadi penyuka sambel or yang pedes-pedes. Padahal kami berdua tuh perutnya udah di recycling jadi perut orang Jepang. Kena pedes dikit langsung deh.....
Tapi ada juga yang nggak berubah: manja ke akang. Pokoke bau badan akang itu kudu ajah!. Mungkin karena itulah Alma cinta banget ama ayahnya. Harum tubuh Alma persis seperti ayahnya....ehem..ehem...
Ada lagi yang nggak berubah: semangat khatam Al-Quran sampai sebelum anak ke-2 ini lahir. Alhamdulillah gencar banget aku ngajinya, sehari bisa 2-3 kali. Rasanya cepat banget dari surat pertama sekarang dah nyampe Al-Furqon (25). Selain untuk diri sendiri, juga buat penyeimbang latihan hearing-nya Alma. Nggak cuma dibacain buku2 cerita berbahasa Indonesia, Jepang dan Inggris tapi juga sebagai orang tua wajib membiasakan dia mendengar murotal Al-Quran sejak dini. Penyeimbang dunia akhiratnya. Alhamdulillah sekali mendayung 2,3 pulau terlampaui. Untuk aku, untuk Alma dan untuk adiknya. Ketika bersama suami ya buat suami jugalah.
Yang menarik kali ini:
1. Alma selalu ngoceh, teriak-teriak, di dekatku. Jangan-jangan adiknya juga senang bisa ngenalin suara kakaknya, selain suara ibu dan ayahnya.
2. Frekwensi baca buku ke Alma udah tinggi, alhamdulillah bisa sekalian buat adiknya. Aku wanti-wanti ke Alma, "ntar jadi sekretaris ibu ya buat bacain buku ke adek...".
3. Rajin olahraga. Ini karena mesti ngemong Alma, kadang jalan2 keluar rumah, kadang becanda ama Alma, apalagi sekarang Alma dah mulai bisa jalan...banyak latihan deh.
4. Job terjemahan lumayan rajin mengalir. Rejekinya siapa nih ya?. Adek, untuk ngundang nenek ke sini or ?. Yang pasti aku makin rajin dhuha, dan datangnya hanya dari Allah swt.
5. Semangat banget rasanya untuk ngerjain ini itu. Hehehehe...sesekali ada 'low-batt' nya juga kok.
Semoga Allah swt memudahkan segala urusan menjelang lahiran, dan semoga anak yang akan lahir pun sehat selamat seperti Alma. (Kata akang: ibunya juga dong...ehem..ehem).

Sunday, March 02, 2008

Tahu Petis

Berakhir pekan sama suami adalah moment2 yang menyenangkan buatku. Pastilah buat semua para pasutri. Kali ini diawali dengan hari Sabtu, bersalju lebat, dingin bo!. Pagi-pagi dah ribut pada bangun, mandi sarapan pagi karena harus ke dokter ngecek calon adek. Nyampe di dokter jam 10-an, padahal jam 09.40 dah apo! (hihihi..alasan macet..).
Ngeliat si kecil lewat monitor USG bikin takjub. Lincah banget, muter sana muter sini---floating! gitu kata Nagashima Sensei. Sebenarnya aku ingin banget menikmati gambar-gambar adek, tapi Alma lumayan betingkah..nggak seneng kali ngeliat ibunya telentang di meja pasien. Trus perutnya dipasangi alat scanner gitu. Begitu lampu di ruang usg dimatiin, Alma langsung pasang alrm tangis. Kenceng banget...padahal bulan lalu datang berdua nggak betingkah sama sekali. Ampe Nagashima sensei kagum sama Alma.
Akhirnya aku dan Kang Diky nggak menikmati banget kondisi adek. Tapi yang penting alhamdulillah calon baby sehat wal'afiat. Terlintas di benakku bahwa tidak masalah apakah baby boy or baby girl yang akan lahir. Kalau baby girl lagi kami sudah sepakat untuk mendidiknya jadi wanita yang struggle.
Hari Minggu, pagi-pagi. Hari ini seperti biasa harus pergi belanja sayur-mayur. Rutin bulanan. Sebelum brangkat tiba-tiba aku kok ya ngidam tahu petis. Padahal belum pernah makan deh (hhhmmm...seingatku). Aku tanya ke KD mau nggak kita masak tahu petis yang puedess. KD ngangguk-ngangguk sambil berbinar-binar..slrup..slrup. Cek re-chek internet, resep tahu petis. Ampe ngecek apa sih petis itu?. Ternyata kayak terasi udang yach...
Belanja sukses...tapi jalanan bikin ribet juga. Salju numpuk tinggi-tinggi, mana becek lagi. Suhu akhir-akhir ini udah di atas O derajat, jadi salju melting di mana-mana. Alma di gendong akang, soalnya nggak mungkin dorong2 stroller. Belanja ke Fresh Market, supermarket komplit, murah, fresh, tempat langganan belanja. Dari rumah jalan kaki cuma 10 menit. Udara kebetulan seger banget...beda ama kemarin.
Nyampe di rumah jadi deh mulai ngulek2 campuran bawang putih, terasi, peanuts, udang kering, cabe merah kering (pengganti cabe rawit), gula merah dikit, garam, kecap manis dan terakhir diberi lemon biar fresh. Kang Diky bantu motong sayur--daun kol, daun salad, timun. Toge di goreng pake bumbu, dan tahu putih yang udah digoreng tinggal di potong kotak2.
Pas nyoba, kita nari-nari kesenangan: ueeennaaak tenan. Jadi deh lahap hari ini...dengan menu tambahan ayam goreng balado dan sup.
Terakhir aku komentar: kang, ini menu bisa jadi menu lebaran nanti ya?. tinggal mantepin bikin lontongnya...
KD: (yang nambah makan 3 kali) siip..siip.

Saturday, February 23, 2008

Gebrakan!

Aku punya beberapa orang teman yang punya kemampuan menulis. 4 orang temanku dah ngeluarin buku...wuuuiiih...urayamashii kagiri (jealous banget deh!). Gimana nggak ngiri, rasanya dalam hidupku kok ya nggak ada gebrakan kayak mereka. Padahal semua teman-temanku itu bukan penulis karbitan, tapi melewati berbagai proses pematangan diri. Tak sedikit dari mereka yang men-enchourage aku untuk menulis. Bukan sekedar menulis, tapi ampe nelorin karya yang bisa dibaca oleh banyak orang.
Inget-inget jaman SMP, aku punya kumpulan tulisan yang tak pernah selesai (heheh) sebanyak 3 buah buku. Semuanya berisi cerpen remaja yang endingnya 'terkatung-katung' alias belum berujung. Gara-garanya yaa..inspirasi mengembangkan tulisan macet di tengah jalan. Misalnya, lagi asyiik nulis harus menghadapi ujian semesteran, ya udah bubar jalan deh. Kalo lagi ada ide, buku kumpulan cerpenku itu langsung jadi santapanku.
Pernah satu kali aku menjerit kesenangan. Buah penaku diterima dan dimuat di majalah remaja ANITA (duuhh jaman jebot banget ya). Karyaku dihargai 30 ribu rupiah waktu itu. Buat anak SMP (tahun 80-an) dapat uang sebesar itu udah merasa paling kaya. Yang lebih terasa nikmat adalah ketika tiap hari melototin karyaku di majalah itu. Majalah ANITAnya ampe lecek. Tak lupa aku bandingkan karyaku dengan karya-karya utama lain yang dimuat. Seharian aku menari-nari sambil mengibas-ngibas uang 30 ribu rupiah. Keluargaku geli ngeliat tingkahku itu.
Kedua kali kebahagiaan seperti itu aku rasakan juga ketika karyaku di muat di tabloid anak-anak (dah lupa nama tabloidnya). Judul karyaku "MOMOTARO". Karya ini adalah hasil terjemahan dari cerita rakyat Jepang. Oh iya, waktu itu aku dah duduk sebagai mahasiswi FASA Jepang-Unpad (tahun 93-an). Dapat reward sebesar 55 ribu....hehehe ada peningkatan juga ya.
Ada sebuah email dari sahabatku yang baru aja merilis bukunya yang terbaru:
"Kalo aku gape berbahasa Jepang kayak mbak Novi, pasti aku akan terjemahin banyak buku. Trus tawarin ke penerbit-penerbit di tanah air. Hayolah mbak, cari bahan yang bisa diterjemahkan"
Aku mengelak belum sanggup dengan alasan sibuk ngurus Alma. Belum punya waktu cukup untuk menulis (mengasah kemampuan menulis). Padahal aku terus merenungi isi email dari temanku itu. Ilmu menulisku masih dangkal, perlu latihan dan latihan.
Sedangkan untuk hasil terjemahan, sebenarnya sudah puluhan karya yang kuhasilkan.Tersebar dalam bentuk booklet, buku panduan, majalah, pamflet, sedangkan isinya sangat beragam. Hanya saja semua itu aku kerjakan atas permintaan beberapa perusahaan. Jadi aku belum bermain secara single, masih 'disembunyikan' atas nama perusahaan.
Ketika aku membaca buku karyanya yang berjudul: "Ustad Jaka ijinkan aku menjitakmu, please!", perasaan urayamashiiku tadi kembali menjalari tubuh. Aku ingin sekali kembali menekuni hobby kecilku ini. Di kepalaku banyak sekali ide, tema, judul yang bisa diangkat menjadi tulisan. Tapi tentunya harus digodok matang untuk jadi sebuah barang dagangan. Ya Allah, keinginan menulisku setiap hari semakin membesar. Ada satu tema yang kini terus menerus menguasai imajinasiku dan ingin coba benar-benar kutuangkan dalam untaian kalimat. Kemudian mencoba untuk berjualan karya yang sebenar-benarnya. AKu ingin tau apakah akan ada kebahagiaan ke-3, ke-4 menghampiriku seperti dulu.
Yap, aku harus bikin gebrakan untuk hidupku.

Friday, February 22, 2008

Cerita winter kali ini

Februari 10 (minggu)

Dari tgl 9-11 Jepang libur kejepit, 3 hari. Selama 3 hari ini dimanfaatkan oleh penduduk Hokkaido untuk menikmati berbagai festival winter. Diantaranya yang terkenal adalah Yuki Matsuri, atraksi winter di Sato-rando dan night candle festival di kota Otaru masih wilayah Hokkaido.


On the road ke Sato-rando...

Sehari sebelumnya Kang Diky dah janjian dengan Pak Ananda, sahabat kami untuk keluar kota, yakni ke Sato-rando (Sato Land). Jam 9 pagi kami dah bangun,soalnya rencananya Pak Ananda akan jemput jam 11-an. Mengingat pentingnya mengkomsumsi makanan halal di perjalanan nanti, aku sempetin masak untuk bekel. Bikin gulai ayam, dendeng balado dan sayur oseng-oseng (dadakan semua). Kebetulan pada bawa buntut 4 orang (Alma, Hafid-4 tahun, Kiyo-2 tahun) aku bikinkan ayam nugget bumbu Jepang (karaage chicken) khusus buat mereka. Ada sih satu lagi infant-usia 4 bulan yakni Hoshi yang diajak. Tapi bayi satu ini udah disediain 'ASI' exclusif ama mamanya, jadi aman deh.

Ternyata eh ternyata kita brangkat jam 12 . Ini mengingat pentingnya sholat dhuhur dulu. Diputuskan juga untuk menjama sholat ashar ke waktu dhuhur (jama takdim). Biar hati tenang soalnya di lokasi itu nggak mungkin sholat, soalnya dimana-mana salju. Kalo summer sih enak sholat di alam terbuka, beda kalo lagi winter dah gitu ini traveling pertama buat kami jadi nggak kenal medan. Lagipula jaraknya memenuhi persyaratan untuk di jama.



Nyampe di wilayah Sato-rando dah jam 1 lebih. Lumayan juga antrian panjang mobil yang mau masuk wilayah parkir. Puanjang deh kayak ekor ular...hiiiiiiii sheyem. Mobil yang disetiri Pak Nanda akhirnya 'terpaksa' ikut ngantri deh (catet ya: terpaksa). Sebenarnya ada 2 pintu masuk ke wilayah parkir utama, tapi yang satu nggak buat orang umum, diperuntukkan khusus buat kankei-sha (orang-orang terkait???..) gitu penjelasan tukang parkirnya. Ada juga sih pilihan lain, tapi rada jauh dari Sato-rando yakni di wilayah Moerunuma Park (tetangganya Sato-rando) tapi Pak Nanda males takut repot mindahin para bocah. Akhirnya ikutlah antrian ekor ular tadi.
Tapi enaknya ngantri di Jepang tuh tertib. Nggak ada yang main slonong boy motong. Semua sabar nunggu giliran maju. Nggak sampe 30 menit kita udah masuk dan markir mobil. Udah gitu 'upacara' nurunin bocah2. Hoshii-kun (kun, sebutan untuk 'nak, dik' kata penunjuk untuk manusia) diberi mimik dulu. Yang lain-lain sih udah ready dengan perut kenyang. Bekel yang aku buat diputuskan ditinggal di mobil. Semua sepakat, lebih baik main sepuasnya dulu baru ntar makan di mobil. Hmm..bener juga.

Sebenarnya ada rencana mendadak yang diputuskan di perjalanan tadi. Yakni, sesudah main di Sato-rando ada niatan pergi ke kota Otaru. Di situ ada festival pahatan es juga. Tapi bagusnya malam hari, karena nanti ada candle-light yang terapung di sungai Otaru. Semua semangat, kecuali aku yang masih mikir*** Takut nggak PD ke mana-mana dalam udara dingin.

Nyampe juga nih di Sato-rando. Wuuuuiiih dimana-mana putih bo. Lupa ngecek suhu udara di situ, tapi kalo dirasakan naga-naganya minus 11. Soalnya nggak ada daratan (eh maksudnya rumput gitu) yang keliatan cuma daratan salju. Jadi ingat film-film tentang kutub utara.

Sangking luasnya kita bingung mau ngapain. Banyak atraksi menarik di sepanjang kaki


melangkah. Mulai tukang jualan makanan, penyewaan zori (semacam alat penarik yang bisa dinaiki anak2)...eeh ini bukan atraksi ya. Oh iya, ada atraksi banana-boat, donut boat, rifting-sky, macem2 deh. Yang kumaksud dengan banana/donut boat itu adalah perahu plastik berbentuk banana/donut yang ditarik oleh motor-sky. Dengan kecepatan tinggi membuat donut boat berputar-putar. Kalo naik itu harus brani tegang deh. Kami ingin coba naik (minus aku soalnya kan bumil, bisa brojol kalo naik..hihihi), tapi ngeliat antrian panjang bikin batal. Akhirnya jalan santai sambil coba-coba menikmati atraksi-atraksi itu dari jauh.




Nggak nyana ada SL bus (mirip kreta) lucu lewat didepan mata kami. Akhirnya naik deh, soalnya keliatan aman buat anak2 juga. Apalagi Bu Nanda bawa baby-car, lumayan bisa diangkut sekalian. SL bus ini mengitari Sato-rando. Mayan....daripada nggak nyoba apa pun...hihihii. Dengan naik SL bus ini kita jadi tau bahwa di dalam Sato-rando ini ada pabrik susu. Juga ada peternakan dan perkebunan buah-buahan. Aku memang pernah liat iklannya, bahwa ada kegiatan di situ setiap summer. Ah jadi pengen bawa Alma berkunjung ke pabrik susu, liat sapi-kuda di peternakan dan metikin strawberri di sini.


Area permainan di Sato-rando ini luas banget. Di sana sini banyak tenda, juga pahatan es. Bentuknya macem-macem. Ada seluncuran raksasa yang dibangun dengan bahan es tadi. Di sini antriannya panjang banget. Menurut analisa Bu Nanda, yang menikmati berbagai atraksi di sini adalah orang dewasa kalo nggak anak2 usia SD. Udah bisa dilepas dan cukup hanya diawasi dari jauh. Kalo bocah-bocah kami sih masih ada yang digendong, Alma aja kalo jalan masih kayak orang 'mabok', yaaa..nggak bisa ikutan 'bersaing' dengan yang lain. Kita akhirnya foto-foto aja. Alma sempet terpukau dengan boneka Miffy besar (daripada badannya sendiri) yang dipajang di tengah-tengah wilayah bermain. Alma ampe senyum lebar, megang-megang si miffy, lucu banget deh ngeliatnya.
(cerita berikutnya : go to Otaru..bersambung)











Monday, February 18, 2008

Hikmah di hari minggu

Minggu, 04.30

Di tengah heningnya malam dan lelapnya tidurku, tiba-tiba ada suara-suara mengeluh.
"Aduh...aduh..aduh..".
Aku pikir ini mimpi, tapi kucoba buka mata di tengah remangnya lampu tidur.
Alma lelap, menguasai hampir 1/2 tempat tidurku (kami).
Kuliat ke sebelah kananku, ternyata kang Diky tengah duduk dengan kepala menunduk-nunduk.
Suara keluhan tadi dari akang.
"Kenapa kang...,"tanyaku.
"Mata..mata akang nggak bisa dibuka!."
Aku sedikit bingung, tapi ngeliat suamiku yang memegang-megang matanya jadi bangun juga deh. Pas ngeliat bagian wajah suamiku ada banyak air mengalir dari matanya. Wah aku jadi khawatir.

Kuusap pipinya dan bertanya apa yang dirasakan.
"Kelopak mata akang benar-benar nggak bisa dibuka nih. Dah gitu rasanya sakiiit banget."
Suamiku menendang-nendang kakinya pertanda emang sakit.
"Kayak ada kerikil di dalam mata"
Waduh beneran nih. Kasian banget deh ngeliat suamiku setengah mengerang menahan sakit. Akhirnya kami atasi dengan cara memberi obat tetes mata dan mengompres dengan air panas.

Tapi nggak ada hasilnya. Bahkan suamiku nggak bisa tidur ampe jam 9 pagi. Suamiku minta aku tidur karena kondisi kehamilanku. Lagipula ini hari minggu jadi nggak ada praktek dokter yang buka. Harus di cek dulu ke Health Information Center, nanya dokter di mana yang jaga hari ini. Itupun mesti nunggu jam 9 pagi baru bisa nelp. Biasanya praktek dokterpun rata-rata buka jam 9 pagi.
Suamiku itu orangnya tabah banget. Lagi sakit luar biasa pun tapi hanya diam meredam rasa sakitnya. Beda ama aku yang biasanya akan mengeluh ampe bikin repot orang serumah.
*******************************
Jam 9 pagi aku cek ke HIC. Setelah dapat info kami siap-siap brangkat. Berhubung kondisi mata akang yang nggak bisa dibuka, akhirnya kami panggil taksi ke rumah. Selama perjalanan aku baru tau kalo tempatnya jauuuuuuhhh banget. Pake taksi aja 30 menit. Ongkosnya aja 2,800 yen..ini rekor tertinggi kami bertaksi.
Selama perjalanan akang hanya tidur, mungkin sambil menahan rasa sakit. Aku berusaha menikmati perjalanan, karena selain jarak yang jauh juga aku melihat pemandangan baru selama perjalanan.
Sesampainya di dokter 'jaga' akang kudaftarkan. Untung tidak banyak pasien. Akang hanya nunggu 1 orang saja sebelum akhirnya masuk ke ruang periksa. Pertama, mata akang diukur dengan alat. Beberapa kali bunyi kamera di alat itu. Sepertinya mata akang diukur. Beberapa kali akang terkejut dengan bunyi 'tuk' 'tuk', ketika kameranya beraksi. Perawat yang mengambil foto mata akang 2 kali menyuruh akang melebarkan kelopak matanya. Jelas akang tidak sanggup, namun begitupun akang tetap berusaha keras membuka kelopaknya. Aku terenyuh melihatnya.
Alma yang kupangku menatap lekat ayahnya di meja periksa. Kemudian kami pindah ke ruang dokter, untuk mendapat penjelasan. Dokternya dokter pria, sebelum menjelaskan apa penyakit akang sekali lagi akang duduk di sebuah alat. Seperti akang mengukur mata akang tadi. Dokter pun memeriksa dengan teliti. Sesekali bergumam bahwa 'bagian putih mata anda merah sekali yaa..'. 'Tapi korneanya nggak apa-apa nih'...
Akhirnya kami dapat penjelasan bahwa nama penyakit akang itu 'kyusei ketsumaku-en' (acute conjungtiva). Penyebabnya virus. Biasanya diakibatnya penularan dari orang lain. Kerja akang memang sering pake mikroskop, jadi bisa saja dari alat tersebut. Alat yang dipenuhi virus dari orang lain.
Akang dan aku ternganga. Soalnya ini yang kedua kali akang kena penyakit yang sama. tapi yang pertama dulu nggak sampe parah. Ketika kutanyakan kenapa kali ini kelopak matanya nggak bisa dibuka?. Dokter bilang karena radangnya parah. Memangnya mata akang meraaaaaaaah banget. Sel-sel tipis di bagian putih mata akang tuh 'menyala-nyala seperti api'.
Yang membuat kami senang adalah akhirnya kelopak mata akang bisa dibuka. 5 jam setelah diberi tetesan obat. Akang disuruh balik lagi kalo sampai 5 hari kedepan nggak ada perubahan. Obat tetes mata yang diberi dokter dipakai 4 kali sehari. Akang minta ijin ke labnya untuk istirahat beberapa hari.
Ketika kondisi agak membaik, sore sudah menjelang.
Suamiku keluar dari kamar tidur setelah dia beristirahat dari kepenatan tadi malam. Tiba-tiba suamiku berdiri di dekatku dan berucap:
"Terima kasih ya. Dah nganter akang ke dokter"
Aku senyum, "doitashimashite (sama-sama) kang".
"Apa yang akang pikirkan tadi?"
"Akang pikir akang buta...."
Terus terang aku pun sempat berfikir ke arah itu.
Tapi ada satu kepercayaan dalam diriku bahwa:
"Apapun cobaan dari Allah swt untuk akang, aku akan tetap setia mendampingi akang".
Karena istri adalah kaki untuk suaminya ketika langkah kakinya terhenti. Istri adalah tulang punggung untuk suaminya ketika tubuhnya berhenti bergerak. Begitu juga sebaliknya. Semua Allah swt tentukan dan untuk itulah kami bersatu dalam sebuah pernikahan.

Saturday, February 16, 2008

Home Schooling lagiihh




Hari sabtu (16 Sept) semua dah melek dan mulai beraktifitas jam 8 pagi. Aku mulai sibuk ketak..ketek..ketik (bukan komputer loh) di dapur. Motong-motong sayur, masak gulai ayam, dan perkedel kentang buat branch. Keluarga kami kalo dah weekend jadwal breakfastnya pasti deh gabung ama jadwal luch. Pagi2 paling minum teh hangat ama camil-camil roti yang bertebaran di atas kulkas. Sedangkan Alma dah kenyang ama susu 'gunggung' nya. Biasanya ditemanin pisang, tapi berhubung lagi nggak ada stock akhirnya diganti ama apel hijau. Kata orang makan apel di pagi hari itu nilai vitaminnya 'emas' loh. Kalo siang bernilai 'perak' sedangakan kalo malam 'perunggu'.

Nah sambil nunggu hidangan branch tadi, my hubby yang dah beres ngaji mangku Alma. Biasalah, sambil nyantai belajar. Aku sesekali memperhatikan suami yang asyiik ngeliatin kartu-kartu bergambar ke Alma.

Akhir-akhir ini kami takjub banget karena jumlah kartu yang bisa diperlihatkan ke Alma dalam sekali 'duduk' udah nyampe 500 lembar. Bukan kuantitasnya sih yang kami nilai, tapi kualitasnya. Dengan bertambahnya jumlah kartu yang dipelajari Alma setiap 1 kali duduk tadi, berarti 500 gambar baru dia lihat, 500 kata-kata yang terinput di kepalany. Yang bikin makin takjub, nih bocah nggak bosaaaan melototin kartu-kartu tadi. Sesekali dia nunjuk-nunjuk terhadap kartu yang kami nilai paling diminatinya. Nyang capek malah kita-nya. Alma sendiri akan ngeloyor pergi kalo dah bosan.


Selain itu aku yang hampir 24 jam bersosialisi ama Alma juga ngerasain perkembangan yang sama pada kegiatan membaca. Satu kali duduk, aku bisa bacain 30 buku cerita ke Alma. 1 buku cerita itu tebalnya 10 lembar halaman. Biasanya kalo dah mulai membacakan buku cerita, Alma aku pangku. Dia akan terbahak-bahak kalo aku ngeluarin bunyi-bunyian ketika membaca. Atau kalo aku niurin gaya mimik wajah atau sikap dari tokoh cerita. Dia akan menirukan gerakan-gerakan itu.


Alma juga dah banyak ngoceh kalo dibacain buku. Walaupun dia belum hafal huruf, tapi kata-kata yang keluar dari bibir mungilnya bagi kami sangat-sangat berarti. Kebayang deh bakal cerewet...heheheheh

Koleksi buku Alma dah hampir 70 an. Semua udah kita bacain, berulang kali. Rasanya harus mulai beli yang baru lagi nih. Semoga program HS di rumah kami benar-benar bermanfaat untuk Alma (dan calon adiknya) di masa depan.

Si Penyuka Ikan


Ikan merah, ikan biru..begitu istilah yang dipakai di Jepang sini. Maksudnya, kalo ikan merah itu seperti ikan salmon, ikan mas. Sedangkan ikan biru itu misalnya ikan tongkol.

Tapi buat anakku semua jenis ikan itu favoritnya. Kalo dah ngeliath ikan, tangannya dah gatal ajah. Nggak sabar nunggu suapan ibunya, tangan mungilnya dah ngomot ikan-ikan itu. Buat anak batita kayak Alma, ikan berduri banyak or berduri sedikit tak jadi masalah. Nyang penting mau main dimasukin aja ke mulut kecilnya. Yang repot yaaa..aku or suami lah.

Selain ikan2 berukuran besar, ikan teri pun dah terdaftar dalam menu favorit Alma. Sejak usia 6 bulan lidah Alma lebih banyak mengenal rasa ikan daripada daging. Soalnya di Jepang emang dianjurkan begitu. Kalo liat menu makanan instant buat batita pun yang mendominasi adalah 'teri'. Dah gitu jenis seafood, baru deh daging2an.

Alhamdulillah karena udah terlatih sejak kecil, sekarang kebiasaan makan ikan nggak pernah brenti. Ayam, daging sapi, hati ampela juga disantap Alma sih. Tapi makannya nggak selahap kalo nasi putihnya dihiasi ama salmon.

Monday, February 11, 2008

Alma akhir2 ini


Di child support center

Akhir Januari akhirnya aku jadi brangkat ke sebuah tempat yang bernama "Kodomo shien senta-". Artinya 'child support center', letaknya masih di wilayah Kota Sapporo, tapi aku mesti naik subway untuk menjangkau tempat itu. Lumayan jauh sih, apalagi kalo naik turun subway, trus ditambah jalan kaki sekitar 10 menit. Yang bikin terasa jauh adalah karena aku lagi hamil, gendong Alma plus di'payungi' ama hujan salju...hehehehehhe..udah deh brasa capek gitu.

Kebetulan aja waktu pergi ke sana cuaca nggak mendukung. Ampir aja aku give up di tengah jalan, tapi kadung dah niat dan rasa penasaranku tinggi akhirnya nyampe juga.

Apa sih tempat itu?. Kok ampe dibela-belain ke sana?.
Iya nih, aku suka hunting tempat main buat Alma tapi yang bernuangsa playgroup. Bukan hanya yang tempatnya banyak mainan (bukan seperti child-corner di departement store), tapi juga aku bisa coba buka link baru dengan para ibu-ibu Jepang.

Ke tempat ini juga karena direkomendasikan oleh Ms. Kuwajima--seorang aktifits NPO bidang parenting di kotaku ini. Ketemu ama Ms.Kuwajima ini di salah satu pertemuan ibu&anak.
Suatu hari aku curhat ama dia.
Saya rasanya susah deh bikin teman baru di Sapporo sini.
Ibu-ibu Jepang yang saya temui di klub-klub anak&ibu biasanya jaim2 (:).
Mereka nggak mau nyapa aku. Mereka takut aku nggak bisa bahasa Jepang kali ya...
Ms.Kuwajima: Hmm..bisa jadi. Tapi emang gitu orang Jepang, malu-malu.
Aku: Iya sih, tapi nggak semuanya. Ada aja 1,2 orang yang nyapa aku. Itupun kebanyakan para staff or volunteer. Kalo para ibu2nya hmm...kadang bikin aku bete. Soalnya, pernah aku brusaha gabung, eee..tetap aja dicuekin.
Ms. Kuwajima: ngekek...
Gini aja, kamu coba pergi ke Kodomo Shien Senta-. Lokasinya ntar aku bikinin peta deh. Di sana tempatnya luasssss banget. Banyak anak2, para ibu, staff dan volunteer yang mondar-mondir. Mungkin di sana kamu bisa lebih enjoy. Soalnya waktu bukanya everyday, termasuk hari sabtu-minggu-dan libur nasional.
Aku: wah....(a little bit takjub).
Nah itulah yang bikin aku penasaran. Kayak apa sih tempat itu.
Pas nyampe ke sana, sebenarnya udah takjub dari gerbang depannya. Tempatnya tuh luassss banget. Ada petugas keamanan yang juga bertugas sebagai reseptionist. Setiap yang datang akan disuruh ngisi formulir. Buat yang udah pernah datang sekali udah punya kartu khusus, jadi nggak perlu nulis lagi. Cukup ngeliatin kartu itu.

Nah masuk ke bagian anak itu aku makin takjub. Selain karena hangat (iyalah wong diberi pemanas ruangan), juga full anak2!!. Udah terdengar suara lincah anak-anak dari pintu masuk. Aku langsung disambut ama seorang staf. Ramah banget. Trus nggak berasa kayak orang asing. Aku disambut dengan tatapan "engkau sama dengan kami loh..."(hihihiih).

Aku diberi kartu untuk pertama kali datang dan member-card. Juga diberi kartu yang ditempel di dada bertuliskan *hajimemashite, selamat berkenalan* (untuk pedatang baru). Setelah itu mereka mengantar aku keliling ruangan sambil memberi petunjuk ini itu.
1. Ada beberapa ruang di center ini. Ruang besar ada 2, yakni ruang buat anak usia 2-3 tahun dan ruang baby-1 tahun. Ini membedakan anak-anak yang udah bisa lari sana lari sini ama yang masih 0 bulan-baru bisa berjalan. Biar aman ketika bermain. Termasuk jenis permainannya pun di setting buat usia2 mereka.

2. Ada sosialisasi room bersama. Di tengah ruangan, ada grand-piano, komputer, buku2 cerita, dll. Di sini sering para staff atau volunteer bikin acara dadakan. Misalnya, nyanyi bersama, mendengar cerita dari para staf/volunteer, mengiringi anak2 yang ingin tampil nyanyi. Diskusi seputar masalah ibu-anak, dan banyak lagi.

3. Fasilitas lengkap mulai dari ruang menyusui (nursery room), ampe kasur buat anak-anak yang mau tidur. Yang hebohnya, aku melihat pemandangan para ibu juga kadang udah ngolor bobo bareng anak2 mereka. Iiiih...berasa di rumah sendiri kali ya.
4. Ada toilet super duper bersih, buat para orang dewasa juga anak2.
5. Ada perlengkapan makan (tapi makanannya bawa sendiri2). Kalo dingin tinggal pake microwave untuk memanaskan. Air hangat, tersedia. Kursi dan meja makan tinggal tarik dari lemari penyimpanan. Bahkan sering para staf turun tangan buat nyervis para pendatang.
6. Ada brangkas penyimpanan barang2 berharga (khusus).
Masih banyak lagi bagian2 yang aku nggak sempat liat. Luas banget sih. Yang menyenangkan di sana, benar-benar kayak di rumah sendiri. Trus sosialisasinya enak. 10 menit setelah aku duduk rapi dan membiarkan Alma melata ke mana-mana, seorang staf datang menyapa. Ngobrol ngolor ngidul. Sementara Alma gampang diawasi karena banyak banget ibu-ibu yang perhatian ke anak2 lain. Jadi kitanya nyantai aja. Koleksi mainan di sana bikin Alma heboh. Doski udah tereak-tereak lihat bola-bola kecil yang jumlahnya banyak...

Di beberapa sudut aku liat ada anak2 yang menggambar, ada bayi masih 1 bulan yang asyik melototin gym dengan mainan bergantung. Para ibu asyiik ngegosip, atau duduk-duduk di lantai sambil ngobrol ama para staf. Pokoke nggak ada malu-malu deh di sana.

Senang main ke sana, ingin lagi. Tapi berhubung rada jauh, dan masih musim dingin aku pending dulu keinginan hati ini. Pengennya bawa suami, biar juga tau tempat itu. Bisa jadi spot date kita waktu weekend tiba. Anak main sepuasnya, gratis, bisa tidur-tiduran, bisa belajar banyak hal dari para staf.

Winter 2008


Winter di sini masih berlanjut. Sejak seminggu lalu diselenggarakan Yuki Matsuri. Festival pahatan es, bentuknya macem2. Ukurannya pun macem2. Tahun ini perwakilan dari Asia adalah Singapura, Thailand, Hongkong. Indonesia belum nich...Berdasarkan gossip tahun depan bakal ada peserta dari Indonesia. Emang sih negara kita nggak bersalju, tapi pengrajin pahat patung kan buanyaak tuh.

Saturday, February 09, 2008

Nggak produktif, nggak PD...

Sekarang dah februari tengah. Kehamilanku lancar, sehat cumaaaa mual-mualku 'mayan parah.
Kata orang sih 'morning sick' tapi buatku kali ini 'everytime sick' ...hihihihi. Nggak siang, nggak malam, apalagi pagi.
Pas winter gini cepat terangsang mual. Udara dingin, badanku cepat freezing. Kalo dah gitu udah deh pasti langsung sembunyi di balik selimut. Kalo ada hubby, pasti jadi sasaran. Doski yang lagi lelap tertidur pasti aku bangunkan. Aku bakal kasak kusuk ke dalam selimutnya..eits..jangan negative gitu ah. Aku cuma ingin megang kulit tubuhnya. Suamiku tuh badannya angeeet banget. Aku juluki dia 'stove-man' sedangkan aku 'snow white' (ehem..ehem..).
Speak speak about winter, aku jadi ngerasa nggak produktif. Ini ada kaitannya ama order terjemahan yang alhamdulillah banyak ngalir. Rejeki ngalir seperti doa-doaku ba'da sholat dhuha. Tapi ya itu, aku nggak tahan kalo mesti kerja tengah malam. Knapa tengah malam sih?. Iyaaa soalnya jeng Alma kan udah pulezzzz. Kalo siang bolong mana bisa aku ketak ketik, bisa-bisa hancur semua hasil terjemahanku. Anakku kan dah aktif banget, mana betah dia ngeliat kompi dipajang di depan matanya. Kalo ngeliat aku serius dia nggak suka. Dia inginnya diperhatiin. Akibatnya, setelah jam 11 malam aku bisa kelayakan di ruang tengah buat mulai gawe. Tapi eh tapi lagi, aku cuma bisa bertahan 1 jam. Rasa dingin lebih menguasaiku dan membuatku menyerah. Apalagi kalo di kamar tidur ada 2 makhluk yang pulezz di temani kehangatan dari stove. Bukannya aku nggak pasang stove di ruang kerja, tapiii mungkin karena hamil juga jadinya rasa dingin itu datangnya dari dalam tubuh. Kalo dah gitu, selimut tebal juga nggak mempan deh nahan rasa dingin itu.
Akibat nggak produktif itu aku jadi keteteran sendiri. Biasanya dalam 1 jam aku bisa menterjemahkan minimal 10 lembar. Tapi sekarang 1 halaman ajah nggak kelar-kelar. Yabai..yabai (kacau). Ntar terpaksa deh begadang buat ngeberesinnya. Sekarang ini aku lagi dapat order menterjemahkan manual forklift. Coba deh, udah bukan bidangku, thus nggak semangat pula ngelawan dingin....
Speak speak soal kemampuan menerjemahkan (Japanese-Indonesia-English). Sebenarnya aku lagi nggak pd nih. Aku sering ngerasa kok otakku nggak sebriliant dulu (jyeee). Apa ini juga efek dari winter yach?. Walaupun sebenarnya setiap hasil terjemahan yang kukirim ke client, nggak pernah ada keluhan. Selalu langsung ok...Krisis percaya diri ginih harus diatasi secepatnya. Aku bilang ke suamiku, akhir tahun ini pengennya ikutan lagi ujian kemampuan bahasa Jepang. Aku dah punya level tertinggi, 2 kali lulus pula. Tapi tetap aja ngerasa kok ya aku mundur nih. Suamiku nganjurin, ya udah mulai sekarang banyak training soal2 biar ntar nggak mubazir. Lagipula kalo desember jadi ikut anak keduaku masih baby, akan terpaksa di tinggal untuk 3-4 jam. Hubby sih akan kooperatif katanyah.
Duuh..doain aku biar bisa lebih PD yach.
Segicu dulu kasak kusuk kali ini

Monday, January 14, 2008

Pengalaman Menyapih yang Indah


Aku mau bagi-bagi cerita tentang proses menyapih anakku Alma yang kini berusia 13 bulan. Terus terang aku nggak nyangka pada akhirnya memilih jalan ini. Ini tidak lain adalah untuk kebaikan bayi yang kini ada dalam kandunganku. Dokter kandungan membolehkan aku tetap memberi ASI kepada Alma hingga usia kandunganku 4 bulan. Secara umum "breastfeeding while bunting" di Jepang tidak dianjurkan. Walaupun sebenarnya aku pribadi inginnya tetap ngasih ASI hingga adiknya Alma lahir. Ini terpikir karena tidak sedikit ibu-ibu jaman sekarang yang memilih tetap menyusui while bunting.

Tapi ternyata niatanku tidak disetujui oleh ibuku. Walaupun aku tidak secara gamblang menyampaikan kepadanya bahwa aku tidak akan menyapih Alma, tapi begitu mendengar bahwa hingga usia kandunganku sudah 3 bulan namun Alma tetap nenen, ibuku gusar sekali. Aku "dipaksa" untuk memberi yang pahit-pahit ke payudara agar Alma berhenti menyusu. Oh tidak!. Sesuatu yang tidak ingin kulakukan. Hatiku menolak, tapi bibirku hanya berdalih masih belum mulai. "Mau nunggu sampai kapan lagi?. Ntar pertumbuhan Alma terganggu loh", begitu kata ibuku.

Aku tidak menyangka harus pada pilihan pahit ini. Aku tidak mau berdebat dengan ibu yang melahirkanku. Bagaimana pun aku merasa modern, tapi beliau lebih senior dalam membesarkan anak. Pengalamanku melahirkan baru juga sekali, menyusui pun baru sekali, sementara sdah 4 anak lahir dari perut ibuku, maka begitupun jumlah menyusui anak-anaknya. Hal bodoh dan tidaklah baik apabila berdebat dengan beliau.

Aku tumpahkan perasaanku kepada suami. Dengan bijak dia berkata:
" Maksud mama, juga ibuku (mertua), pasti bukan buruk. Ini kan untuk kebaikan anak kita yang kedua. Mari kita bertindak adil buat anak kita ini. Waktu mengandung Alma kita perhatikan penuh gizinya, kita pun harus berlaku yang sama untuk calon adiknya".

Kemudian untuk menentukan langkah pasti, aku berdoa dalam-dalam ketika suatu pagi aku sholat dhuha. Mungkin tidak tepat berdoa di kala itu, karena bukan sholat istikharah. Tapi aku yakin Allah swt akan mendengarkan doaku.

"Ya Allah, berikanlah aku petunjuk. Apakah aku harus menyapih Alma atau tidak. Apabila iya, maka permudahlah urusan ini. Begitu juga apabila tidak perlu menyapih, maka berikanlah kebaikan buat aku dan anak-anakku".

Setelah sholat dhuha beres, entah mengapa hingga sore Alma tidak aku susui. Mungkin kebetulan saja?. Hmm..kalau diingat-ingat lagi rasanya siang itu tiba-tiba Alma menjadi suka dengan susu formula/susu kaleng. Padahal dia itu tidak pernah minum susu tambahan, kecuali ASI saja. Ini juga menjadi salah satu alasan kuatku mengapa tidak ingin menyapih Alma. Kalau dia disapih, apalagi tambahan gizinya (diluar makan).

Siang berlalu, malam menjelang. Alma sudah 2 kali minum susu formula. Amazing...perasaanku menjadi ringan. "Kalau begitu coba deh ntar malam juga nggak diberi ASI", begitu pikirku.

Ada lagi satu hal yang membuatku takjub. Yakni jam makan Alma yang tiba-tiba menjadi teratur, begitu juga dengan napsu makannya. Timing yang baik ini membuat Alma kenyang?. Maybe. Karena itu, dia jadi tidak terfikir tentang ASI. Maybe.
********************************

Hari Ke-2
Sambil deg-degan malam pun berlalu berganti menjadi subuh. Jam 4 subuh Alma terbangun. Aku pun jadi ikut tebangun, karena sebenarnya aku nggak bisa tidur. Memikirkan strategi apabila Alma menunjuk-nunjuk tetekku. Alma mulai meringis, menggosok-gosok matanya. Aku tanya: "kakak mau mimim?". Maksudku, mimim itu istilah untuk minum susu. Alma tidak pernah ngedot, tapi hanya minum dengan botol yang bersedotan. Aku bangun dan buatkan sekitar 120 ml. Satu lagi miracle: Alma minum susu yang aku buatkan!. Lalu tidur kembali.
Oooohhh lega banget. Ya Allah swt, Engkau mudahkan segala yang menurutmu baik bagi diriku. Tanpa perlawanan berarti, tanpa harus memberi rasa pahit pada Alma. Hari kedua pun tiba. Alma kuberi susu lagi sekitar jam 8 pagi lalu seperti biasa roti tawar kesukaannya. Siang hari makan plus susu. Tidur siang pun tanpa ada ribut-ribut minta nenen. Jam 3 sore Alma dan aku bangun tidur, lalu Alma kuberi juice dan snack. Ketika makan malam pun semua baik-baik saja. Sebelum tidur malam, Alma kuberi susu kembali. Sebagai ganti nenen, aku bacakan ayat-ayat pendek buat Alma, pengantar tidurnya. Everything is fine, sampai ketika jam 10 malam tiba-tiba Alma terbangun.
Di sini mulai muncul "trouble". Dia keukeuh nunjuk-nunjuk nenen. Aku sedih banget. Aku memeluknya, sambil berusaha menyampaikan kondisi saat ini.

"Kak, di perut ibu ada adek. Jadi kakak nggak usah lagi nenen ya. Kakak mimim aja". Awalnya dia tidak mau tau. Lah iyalah, wong aku ngajak ngobrolnya ketika dia sedang mengantuk. Di tambah pula "kangen" sama kehangatan ASI.

Tapi aku berusaha menyampaikannya lagi. "Ibu tau kakak 'tsurai' (menderita)". Ups, hampir saja kata itu terlontar jelas dari mulutku. Lalu aku sadar, kata-kata "menderita" tidak boleh ada dalam pendekatan ini. Ini bukan peperangan yang menghasilkan penderitaan. Tapi adalah proses ke arah kebaikan. "Kak, kita berdua 'gambaroo' (berusaha bersama)". Itulah kalimat ajaib yang membuatnya berhenti menangis dan kembali tidur.

Sebagai imbal balik karena tidak kuberi lagi ASI, Alma memberiku kesedihan baru. Pada malam pertama dan kedua ini, dia tidur membelakangiku. Tidak berhadap-hadapan wajah. Haaaah, aku harus ikhlas. Toh Alma juga pasti berusaha keras untuk kehidupan barunya.

*******************************

Hari ke 3
Suasana baru sudah terbentuk di antara aku dan Alma. NO BREATSFEEDING ANYMORE. Sayonara for ASI. Alma, begitu sholeha dia. Hanya satu kali saja di menangis merindukan ASI, yakni di malam ke 2. Tetapi tak ada lagi tangisan di malam-malam berikutnya. Ketika tulisan ini aku posting, tepat 7 hari sudah pasca sapih. Alma sudah minum susu tambahan secara teratur. 4 kali sehari. Sekali minum 120 ml. Cukup untuk anak seusia dia.

Makannya pun bagus. Pagi, siang dan malam teratur. Daging, sayur, ikan, buah-buahan, semua bergilir masuk ke perutnya. Hanya saja ada gejala baru. Jumlah BABnya menjadi lebih banyak. Sehari bisa 4 kali. Terus terang ini membuatku gelisah dan dalam waktu dekat aku akan konsultasikan ke dokter anak. Mudah-mudahan ini ada kaitannya dengan perubahan dari ASI ke susu formula.

Ternyata menyapih itu tidaklah sesulit yang aku duga. Tapi ini semua pasti karena kehendak Allah swt. Aku membayangkan akan "bertempur" secara batin dengan Alma. Dia akan menangis setiap malam merindukan nenennya. Karena nenen itu fungsinya tidak hanya sebagai penyalur gizi, tapi juga penenang batin si anak. Lebih jauh dari itu adalah sebagai jembatan hubungan batin ibu-anak. Ketika jembatan itu diputus, terus terang hampa sekali perasaanku. Hanya dukungan suami dan kesholehan Alma-lah yang membantu diriku.
Kini setiap malam ada "live murotal ayat-ayat pendek" dari mulutku untuk Alma, sebagai pengantar tidurnya. Untuk itu setiap hari harus ada ayat baru yang kuhafalkan. Kemudian hal yang menggembirakan adalah setiap malam posisi tidur kami saling merengkuh leher. Alma sering sebelum tidur mengusap-ngusap rambutku, Subhanallah........sepertinya dia memberi semangat buatku ya. Indah..indah.


*****************************

Mengenai ASI pasca penyapihan

Para ibu yang menyapih anaknya pasti akan merasakan sakit yang cukup berat pada payudaranya. Ini karena air susu yang tidak disedot oleh anaknya lagi. Aku pribadi merasakan sakit yang lumayan parah. Bikin badan meriang, ngilu di puting (maaf bukan bermaksud vulgar loh). Punggung pegel banget, belum lagi kepala jadi pusing. Heboh deh.

Hari ke-2 sesudah menyapih itulah puncak rasa sakit. Tersentuh sedikit wuuuuiiih bisa menjerit. Hari ke -3 rasa sakit mulai mereda walaupun payudara masih keras dan sedikit terasa berat. Sedikit demi sedikit payudara akan normal kembali.

Semoga semua ibu yang memutuskan menyapih anaknya bisa menjadikan pengalamanku ini sebagai gambaran. Praying to Allah swt before you decide it to do. Do it for the best, Inshaa Allah.


Saturday, January 05, 2008

My Hubby: auction.......

Minggu 6 Jan, ampir siang hari.

Aku lagi masak sarapan plus makan siang (branch...wehehehe..maklum pada bangun telat). Alma lagi asyiik dengan kunyahan ini itu (dia sih dah cakep, dah mandi, dah rapi).
Suamiku masih berpajama-ria, mulai ngajak Alma belajar pakai flash card. Alma anteng aja deket babehnya. Sambil kunyah-kunyah dia menatap kartu bergambar yang diperlihatkan ke hadapannya.
15 menit sesudah itu, my hubby tiba-tiba nyeletuk.
K(ang) D(iky): Apa minta tolong ke Angki ya?
(Angki itu nama temannya yang ada di Amerika).
Aku (menoleh dari sayur mayur yang lagi dipotong): minta tolong apa kang?. Info untuk ke Amrik?.
KD : Eh bukan. Minta tolong beliin buku cerita anak2.
Aku, mengerinyit. Hh?? tumben nih??
KD : Buku cerita Alma kan itu itu aja, trus dia dah kenal betul isinya, jadi menurut akang perlu ditambah dengan buku baru.
Aku : Ooooo.....(mulai paham).
Aku : boleh juga tuh, tapi shipping-feenya pasti mahal.
Aku : atau palingan bakal disaranin kita liat Amazon.
KD : hmmm....
KD : Atau ke Wulan ajah ya?
(Wulan itu sahabatku yang kini menetap di Wales, Inggris).
Aku : Ya..ya bisa ajah. Pasti Ayu (panggilannya) bakal senang. Dia kan bisa milihin buku2 yang lagi in dan cocok buat ALma. Tapi...ntar transfer uangnya gimana ya??.
KD : diam...no idea.
Aku : Kenapa nggak liat auction ajah kang. Opi (nama kecilku) biasa juga begitu. Buku yang sekarang kita punya juga kan dari auction. Ternyata isi buku ceritanya bagus kan ya, trus banyak (30 buah buku) plus ongkos kirim juga hanya kena dosmetic-charge. Pasti jatuhnya lebih murah. Emang sih nggak semua hard-cover, tapi Alma ternyata suka semua isinya.
KD : Iya ya...
Kemudian tangannya mulai membuka laptop yang ada disampingnya. Tak berapa lama hubbyku dah ngotak ngatik halaman auction. Hihihihi....sekarang giliran suamiku yang mulai jadi penggemar auction. Serius banget gaya hubbyku ngeliatin item-item yang ditawarkan hari ini.
KD : Nggak ada yang bagus tuh. Rata-rata cuma nawarin 1 biji buku. Rugi kali ya kalo beli cuma 1 buku.
Aku : Iyalah. Mungkin lagi kosong bukunya.
Aku: Coba deh akang liat yang bagian buku cerita berbahasa Jepang. Koleksi kita kan masih sedikit. Untuk refreshing Alma juga. Jangan yang bahasa Inggris mulu.
(Sejak pertengahan november, dimana tiap hari salju turun dan menutup ruas jalan, aku berhenti pergi pinjam buku ke perpus. Biasanya 2 minggu sekali pasti ganti buku untuk Alma).
KD : Ok, sekarang mau liat dulu.
Dari sekian menit utak-atik tawaran item buku yang dipajang di layar auction, akhirnya kami berhasil membeli 53 buah buku cerita anak berbahasa Jepang. Isi bukunya agak-agak berbau ilmu pengetahuan. Jadi nggak sekedar cerita biasa. Biasanya setelah berhasil membeli, akan datang pemberitahuan dari pemilik buku. Dari sana akan terjadi surat-menyurat mengenai perkenalan singkat antar penjual dan pembeli. Lalu harga kirim akan ditentukan oleh penjual, dan kewajiban pembeli adalah mentransfer uang. Kali ini hubby yang beli, so hubby yang bayar (heheheh). Cara pembayaran adalah lewat post. Lebih murah dan tidak kena biaya kirim.
Sejak menerapkan sistem Home Schooling di rumah, kami berdua sepakat untuk terus meningkatkan fasilitas bermain dan belajar Alma. Kalau melihat "kehausan" Alma dalam membaca buku, kami semakin yakin bahwa sistem HS ini memang bagus buat Alma. Akhir-akhir ini kami kewalahan dengan permintaan Alma yang ingin dibacakan buku cerita or diperlihatkan kartu-kartu bergambar. Pagi, siang dan malam sebanyak 3 kali Alma tidak pernah bosan duduk manis di pangkuan suamiku sambil mendengarkan kalimat2 yang keluar dari mulut ayahnya. Kadang kalo kita yang kecapean baca buku, Alma mandiri ngebuka-buka halaman bukunya. 30 buku yang aku pernah beli tidak pernah membuatnya bosan. Subhanallah. Semoga bermanfaat buatmu kelak ya nak............

Weekend yang sebentar lagi berakhir

7 hari berlibur akhir dan awal tahun bersama suami memang saiko!!(incredible). Banyak banget kenangan indah dan menyenangkan bertambah. Aku makin tau kalo akang tuh orangnya perhatian banget ke istri. Hampir tiap hari akang beberes rumah, nanya kondisiku apalagi dikala mual dan pusing, selalu kontinyu ngasih "brain-strom" ke Alma lewat pelajaran2 HS (see: Home Schooling-latar belakang, crita di bln des 2007), macem-macem deh. Setiap jalan2 keluar rumah pasti akang yang gendong Alma, biar aku tidak terbebani...itu kata akang. Jangan ditanya soal ngejajanin celana dan lunch/dinner di resto-resto baru. Istilah akang: mari kita meng-x-plore resto baru!. Akang yang awalnya anti ke resto-sushi, dalam 7 hari aja udah 2 kali makan sushi bareng aku dan Alma. Gimana coba nggak seneng!. Berarti kan hubby tuh berusaha banget mengenal "duniaku". Berusaha jadi patner yang baik. Akang juga pernah masakin aku gulai kambing ketika aku lagi "mabok" berath. Padahal akang tuh nggak bisa masak. Ketika aku puji bahwa gulainya enak, dia hanya bilang: ah itukan karena di pandu ama Opi.....seneng luar biasa aku.

Hari ini (sabtu tgl 5), kami pergi cek our new baby. Alhamdulillah dah makin besar, jadi 2 cm. Usia kandunganku kini 9 minggu 2 hari, sedangkan rencana lahiran diperkirakan tgl 7 agustus thn ini. Kepala, jantung dan body janin kami udah mulai gerak2. "Genki yo" (sehat kok babynya), begitu kata Nagashima sensei. Kami berdua luar biasa seneng, soalnya kami sangat menanti pertemuan dengan our second child. Sang kakak aja udah bikin kita kadang berharu biru, kadang terpingkal-pingkal ama tingkah lakunya, apalagi ntar nambah satu lagi yang pasti unpredictable. Seperti biasa akang yang bertugas merumuskan calon nama, sedangkan aku sebagai ideator sajah. Aku yang mikirin arti nama anak dan ntar akang yang utak-atik pake rumus pribadinya...hehehe...dag dig dug...seperti apa ntar jadinya.
Hari ini setelah urusan cek usg bayi beres, kami ngendon di resto sushi. Aku lagi pengen makan yang seger-seger. Lumayan juga enjoy makan berdua. Kemarin2 ke sini makan bareng beberapa orang teman. Jadinya rame di ngobrol, tapi nggak berasa makan. Malam harinya aku bikin batagor...hmm..nyummy. Nah, pas kita lagi menikmati batagor made in sendiri, tiba-tiba Alma berdiri tegak dan doski mulai mencoba berdiri tanpa bersandar. Lamaaa deh dia berdiri, berkali-kali. Doski juga sempat melangkah 2 step tanpa pegangan. Otomatis kami kasih applause dan suitan penyemangat buat Alma. Waaaahhh mungkin ini tanda-tanda dia mulai berjalan. Semoga setiap hari ada kemajuan ya nduuukkkkkkk............
Itu ajah crita weekend yang menyenangkan. Tinggal 1 hari lagi bareng hubby sebelum dia mulai dengan rutinitasnya. Pergi pagi pulang diatas jam 9 malam. Aku pasti akan kangen dengan kebersamaan kita 24 jam x 8 hari. Thank you ya kang dah manjain aku dan Alma. Semoga service balik dariku akan jauh lebih baik.....